Gunung Semeru Erupsi

BREAKING NEWS - Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur Erupsi kembali

Editor: faridmukarrom
ist
Tangkap layar video erupsi gunung Semeru yang direkam oleh warga lokal, Kamis (11/1/2024). Foto ini untuk ilustrasi artikel Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur Erupsi kembali pada Kamis (19/6/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Gunung Semeru Erupsi kembali.

Diketahui langit malam di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mendadak berubah kelabu pada Kamis (19/6/2025).

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya, memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.

Letusan ini terjadi sekitar pukul 20.11 WIB dan menjadi erupsi keenam dalam satu hari yang mencemaskan warga di sekitarnya.

Asap pekat berwarna putih hingga kelabu perlahan mengarah ke utara, menyelimuti sebagian lereng Semeru yang biasanya tenang. Meski belum meningkat statusnya dari “Waspada” atau Level III, erupsi kali ini menjadi pengingat bahwa gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih menyimpan potensi bahaya yang nyata.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak," ujar Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dalam laporan resminya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merespons cepat dengan sejumlah imbauan tegas demi keselamatan warga. Aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 8 kilometer dari puncak, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan salah satu jalur yang rawan terdampak awan panas dan aliran lahar.

Tak hanya itu, larangan juga diberlakukan untuk wilayah sejauh 500 meter dari tepi sungai-sungai yang berhulu di Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Kawasan ini berpotensi menjadi jalur aliran lava atau lahar hujan yang bisa muncul sewaktu-waktu, terlebih saat curah hujan tinggi.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan,” tegas Liswanto.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung, setiap letusan bukan sekadar peristiwa alam biasa. Ia membawa kekhawatiran, kesiapsiagaan, hingga kenangan akan bencana sebelumnya. Namun di balik itu, selalu terselip harapan agar Semeru kembali tenang dan kehidupan masyarakat di sekitarnya bisa berjalan normal.

Pemerintah daerah bersama relawan kini terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan jalur evakuasi jika situasi memburuk. Masyarakat pun diminta tetap tenang, namun tidak lengah, dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang. (Kompas.com)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved