Hari Lahir Bung Karno
Momen Harlah Bung Karno, Warga Kediri Diskusi Soal Tempat dan Tahun Kelahiran Sang Proklamator
Di Kabupaten Kediri, Hari Lahir Bung Karno ke-123 diperingati dengan cara diskusi kebangsaan tentang tahun dan tempat kelahiran sang proklamator
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Peringatan bulan Bung Karno tak hanya diwarnai dengan seremoni dan penghormatan di berbagai kota besar seperti Surabaya, Blitar, dan Jakarta.
Di Kabupaten Kediri, Hari Lahir (Harlah) Bung Karno ke-123 diperingati dengan cara diskusi kebangsaan tentang tahun dan tempat kelahiran sang proklamator.
Diskusi bertema Meninjau Ulang Tahun dan Tempat Lahir Bung Karno, Sang Penyambung Lidah Rakyat itu digelar di Sanggar Sasono Pandji Saputro, Situs Persada Sukarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (5/6/2025) malam.
Acara ini terbuka untuk umum dan mendapat perhatian dari para pemerhati sejarah hingga pecinta Bung Karno lintas daerah.
Ketua Panitia Harlah Bung Karno ke-123, Kusuma Hartana menilai diskusi ini penting karena masih adanya perbedaan versi terkait kapan dan di mana Bung Karno lahir.
"Ada yang menyebut 1900, ada akta kelahiran 1902, bahkan soal tempat lahir juga simpang siur: Blitar, Surabaya, dan yang terbaru disebut Ploso, Jombang. Ini membingungkan, dan sebagai bangsa kita perlu mendapatkan kejelasan," kata pria yang akrab disapa Kus, Jumat (6/6/2025).
Menurut Kus, keluarga dari garis ibu Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai telah menyatakan bahwa kelahiran Bung Karno terjadi di Jombang pada tahun 1902. Kala itu wilayah Ploso masih dianggap bagian dari Surabaya, karena Kabupaten Jombang sendiri baru resmi berdiri pada 1911.
"Yang paling tahu tempat dan waktu kelahiran seseorang adalah orang tuanya, dukun bayi, atau orang yang mendem ari-ari. Sayangnya catatan dari ibunda Bung Karno memang minim, tapi kami sudah menelusuri ke keluarga Bali dan mereka sepakat Bung Karno lahir di Jombang 1902," terang Kus.
Pendapat itu juga diperkuat dalam buku Ida Ayu Nyoman Rai, Ibu Bangsa yang ditulis oleh tujuh guru besar dan seorang doktor, antara lain Prof. Aminudin Kasdi dan Dr. Nurinwa Ki S. Hendrowinoto.
Dalam buku tersebut tercantum catatan tangan ayah Bung Karno, R. Soekeni, yang menyebut tahun kelahiran anaknya adalah 1902.
Bukti lain mengarah pada tokoh bernama Kek Suro, yang disebut sebagai orang pertama yang menerima Bung Karno saat dilahirkan. Hal ini tercatat dalam buku Soekarno Putera Fadjar karya Solichin Salim dan juga diakui oleh Bung Karno sendiri dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.
"Hanya satu orang yang tahu saya lahir, kakek yang menerima saya. Tapi dia sudah tiada," kutip Kus dari pengakuan Bung Karno.
Sementara itu, Ketua Umum Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok, R.M. Suhardono menyebut pihaknya telah mengundang sejumlah narasumber kredibel, termasuk Kepala Pengelola Rumah Bung Karno di Surabaya, Tim Ahli Cagar Budaya Jombang, dan perwakilan keluarga Raden Kartowibowo dari Blitar.
"Kami juga melayangkan surat tembusan kepada Mas Guruh Soekarnoputra sebagai Ketua Umum Yayasan Bung Karno," Suhardono.
Selain diskusi kebangsaan, rangkaian peringatan Harlah Bung Karno juga diisi dengan doa lintas agama, santunan anak yatim dan fakir miskin, serta tasyakuran.
Ketua panitia santunan, Lukito Sudiarto, mengaku bersyukur bisa merayakan momen bersejarah ini dengan cara yang penuh makna.
"Kalau tidak ada Bung Karno, mungkin tidak ada Indonesia, tidak ada Pancasila, tidak ada Presiden. Ini bentuk rasa syukur kita," tegasnya.
(isya anshori/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
| Prosesi Boyong Natapraja Semarak, Jajaran Diskominfo Nganjuk Ramaikan Kirab |
|
|---|
| Jadwal Final Indonesia Open 2025 Live RCTI Jonatan Christie Main |
|
|---|
| Hasil Sprint Race Marc Marquez Samai Rekor Jorge Martin Usai Menang di Hungaria 2026 |
|
|---|
| Leon Goretzka Diburu Arsenal dan Juventus, Josko Gvardiol Masuk Radar Real Madrid |
|
|---|
| Man United Fokus Cari Bek dan Striker, Lewis Hall hingga Jean-Philippe Mateta Masuk Radar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/diskusi-hari-lahir-bung-karno-di-dalem-pojok-kediri-2025.jpg)