Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Lahan Disposal JLS Tulungagung yang Jadi Deretan Warung Dinyatakan Rawan Longsor

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jatim-Bali akan melakukan sosialisasi ke warga Tulungagung, terkait potensi bencana di Jalur Lintas Selatan

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
KERUSAKAN BAHU JALAN - Kondisi kerusakan saluran air dan bahu jalan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Klatak Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (5/6/2025). Kerusakan terjadi karena ada longsor yang menutup saluran pembuangan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali akan melakukan sosialisasi ke warga Tulungagung, terkait potensi bencana di Jalur Lintas Selatan (JLS).

Secara spesifik, sosialisasi ini mengenal pelemahan daerah yang menjadi pembuangan disposal proyek.

Kegiatan ini akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung. 

Baca juga: Tebing JLS Pantai Klatak Tulungagung Longsor dan Mengancam Jalur Wisata ke Trenggalek

Daerah ini ada di sepi JLS yang saat ini sudah berubah menjadi deretan warung-warung milik warga.

Selain itu ada pula hunian yang berdiri di dekat area disposal, seperti di Pantai Klatak Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.

Rencana sosialisasi ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Provinsi Jatim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana.

"Kami akan sampaikan risiko longsor titik-titik bekas tanah disposal," jelas Budiana.

Lanjutnya, selama curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, area disposal ini mengalami pelemahan.

Budiana menegaskan, tidak ada yang tahu titik mana yang mengalami pelemahan, sehingga semua dianggap punya potensi bahaya.

Harapannya masyarakat bisa meninggalkan lahan disposal karena risiko bencana itu.

"Kita tidak tahu mana yang mengalami pelemahan. Semua titik bisa melemah karena bawan banjir, seperti kejadian sebelumnya," ujarnya.

Budiana mencontohkan longsor yang terjadi di tebing yang ada di dekat Pantai Klatak, pada Kamis (5/6/2025) dini hari.

Salah satu risiko adalah, tertutupnya saluran pembuangan sehingga air melimpah masuk ke box culvert, dan meluap ke jalan.

Menurutnya, secara prinsip daerah disposal tidak bisa dimanfaatkan karena akan menjadi lokasi yang berbahaya.

Wilayah ini ada tersebar di sepanjang proyek JLS, mulai dari Pantai Gemah, Pantai Klatak, termasuk di Sine yang sedang naik daun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved