Minggu, 7 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Viral Video Oknum Wartawan di Kota Kediri Digeruduk Siswa, Cabdindik Buka Suara

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang mengaku wartawan dikelilingi ratusan siswa SMKN 1 Kota Kediri mendadak viral dan menyita perhatian publik.

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
TANGKAPAN LAYAR - Tangkapan layar video dua oknum wartawan saat bertemu dengan murid SMKN 1 Kota Kediri, Rabu (4/6/2025). Video tersebut viral di media sosial dan menyita perhatian banyak pihak. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Sebuah video yang memperlihatkan dua orang mengaku wartawan dikelilingi ratusan siswa SMKN 1 Kota Kediri mendadak viral dan menyita perhatian publik.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/6/2025), saat kedua oknum tersebut diduga datang ke sekolah untuk meminta dana kerja sama, namun justru berujung pada ketegangan.

Situasi memanas ketika para siswa, yang merasa geram, mendesak kedua wartawan untuk membuat surat pernyataan dan permintaan maaf.

Mereka juga meminta agar berita yang sudah terlanjur dimuat di salah satu media online dan dianggap menyudutkan pihak sekolah segera dihapus.

Menurut informasi yang dihimpun, Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, yang baru saja menjabat, mengaku sempat menunda pengambilan keputusan karena memilih berkonsultasi dengan guru dan wali murid terlebih dahulu.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa insiden itu merupakan bentuk kesalahpahaman semata antara pihak sekolah dan wartawan.

"Terkait viralnya SMKN 1 Kota Kediri, ada kesalahpahaman antara pihak sekolah dan juga dari salah satu media. Prinsipnya hanya kesalahpahaman, tidak ada masalah yang krusial," kata Adi saat dikonfirmasi, Kamis (5/6/2025).

Ia menambahkan bahwa suasana di sekolah tetap kondusif dan proses belajar mengajar berjalan seperti biasa. Guru, siswa, dan kepala sekolah telah kembali fokus pada aktivitas akademik dan tidak membahas peristiwa tersebut secara berlarut-larut.

Menurut Adi, respons siswa dan guru muncul dari bentuk kecintaan terhadap almamater.

"Semata-mata hanya spontanitas dari siswa, guru maupun kepala sekolah, karena begitu mencintai almamaternya, sekolah tercintanya SMKN 1 Kota Kediri," jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan pendapat.

Ia berharap semua pihak dapat bersikap bijak dan tidak memperbesar masalah yang sejatinya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Selanjutnya sudah saya pahami, tetap mengedepankan sila ketiga Persatuan Indonesia. Kemudian kemufakatan dalam musyawarah, sehingga kegiatan untuk mencerdaskan rakyat Kediri Raya tetap berjalan dengan baik," ujarnya.

Adi pun memastikan bahwa seluruh sekolah, termasuk SMKN 1 Kota Kediri, tetap dalam kondisi aman dan nyaman. 

"Prinsipnya SMKN 1 Kota Kediri kondusif, dan juga sekolah-sekolah SMA/SMK di Kediri," tandasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved