Kamis, 30 April 2026

Berita Viral

KLARIFIKASI Lengkap Tiga Dewa Advanture Soal Viral Booking Lahan Camp

Berikut Klarifikasi lengkap Tiga Dewa Adventure selaku lembaga jasa open trip yang viral soal booking lahan camp.

Tayang:
Editor: faridmukarrom
Tribun Travel
GUNUNG MERBABU - Sejumlah tenda para pendaki terlihat di Pos 3 Dampo Awang jalur pendakian Gunung Merbabu via Suwanting, beberapa waktu yang lalu. Jalur Suwanting sudah ada sekira tahun 1990-an yang kemudian ditutup dan baru dibuka kembali pada tahun 2015 lalu. Foto ini digunakan untuk artikel Klarifikasi lengkap Tiga Dewa Adventure selaku lembaga jasa open trip yang viral soal booking lahan camp. 

Namun, yang tidak bisa diterima adalah ketika lahan camp dikuasai secara berlebihan dan merugikan pendaki lain.

“Yang nggak wajar, itu jika peserta terlalu banyak, sampai nguasai lahan di area camp,” ujar Fiersa.

Menurut Fiersa, hal yang paling disesalkan adalah ketika pendaki yang lebih dulu tiba justru diusir oleh pihak open trip dengan dalih bahwa lahan tersebut sudah “dibooking”.

“Itu sama saja menghilangkan kesempatan seseorang mendapatkan perlindungan. Apalagi di gunung yang rentan hipotermia,” tegasnya.

Fiersa menegaskan bahwa keselamatan di gunung adalah hal utama yang tak bisa dikompromikan.

Aksi saling klaim lahan, apalagi dengan cara mengusir, bertentangan dengan semangat kebersamaan dan solidaritas antarpencinta alam.

Lebih lanjut, Fiersa mengajak para penyelenggara open trip dan pendaki mandiri untuk memperbaiki komunikasi di lapangan.

Pelantun lagu Nadir itu juga menyarankan agar antar penyelenggara open trip saling berkoordinasi dan membuat kesepakatan bersama demi kenyamanan bersama.

“Langkah terbaiknya harus membuat pernyataan sikap, bukan hanya diam saja,” tuturnya.

Menurutnya, pernyataan sikap atau panduan etik dalam pendakian bisa menjadi solusi jangka panjang agar insiden serupa tak terus berulang di berbagai gunung.

Tak Ada Aturan Resmi soal Booking Tempat Camp

Menurut informasi yang beredar di kalangan pendaki, belum ada aturan resmi dari pengelola jalur pendakian.

Area camp, terutama di pos-pos populer seperti Pos 3, berlaku sistem “siapa cepat dia dapat” selama tidak melanggar batas kapasitas.

Melansir dari berbagai macam sumber berikut adalah etika di area pendakian:

1. Siapa Cepat, Dia Dapat – Tidak Ada Sistem Booking Lahan Camp

    Gunung adalah ruang publik terbuka yang dikelola oleh negara atau lembaga tertentu (seperti Perhutani, BKSDA, atau Taman Nasional).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved