Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Satu Sumur di Ploso Lor Dinyatakan Aman, Tapi DLH Kediri Masih Butuh Analisis Lanjutan

DLH Kabupaten Kediri mengungkapkan hasil sementara uji laboratorium terhadap kualitas air dan tanah di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
HASIL LABORATORIUM - Contoh air sumur di Desa Plosolor Desa/Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Dari tujuh sampel air yang diambil dari sumur warga, satu di antaranya dinyatakan memenuhi seluruh parameter baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.   

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mengungkapkan hasil sementara uji laboratorium terhadap kualitas air dan tanah di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten.

Dari tujuh sampel air yang diambil dari sumur warga, satu di antaranya dinyatakan memenuhi seluruh parameter baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menjelaskan bahwa sumur milik Siswanto dinyatakan layak digunakan untuk keperluan higienis dan sanitasi.

Baca juga: Update Terkini Dugaan Pencemaran Air di Plosolor, Dinkes Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Air Sumur

Sementara enam sumur lainnya menunjukkan hasil beragam, dengan beberapa parameter yang tidak memenuhi standar.

"Dari tujuh sampel air, hanya satu sumur milik Pak Siswanto yang memenuhi semua baku mutu. Enam lainnya ada yang lolos sebagian, ada yang tidak. Nilainya bervariasi," kata Putut saat dikonfirmasi, Selasa (29/4/2025).

Putut menegaskan, meski ada indikasi pencemaran, pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti sumber pencemar. Diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan apakah kualitas air yang menurun berasal dari aktivitas tertentu atau dari sumber domestik.

"Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab pastinya. Misalnya, tingginya kandungan Escherichia Coli (E. Coli-red) bisa jadi berasal dari sistem sanitasi rumah tangga atau kepadatan penduduk," imbuhnya.

Selain uji air, DLH Kediri juga mengambil empat sampel tanah dari berbagai titik, termasuk area yang diduga terkontaminasi dan halaman rumah warga.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) di tanah rumah warga justru lebih tinggi dibandingkan dengan area blotong.

"Di tanah milik Pak Bintoro, kandungan Fe mencapai 116, sementara di blotong hanya 89. Tapi ini hanya menggambarkan karakteristik, bukan menunjukkan adanya pelanggaran baku mutu karena uji tanah memang tidak dibandingkan dengan standar tertentu," jelas Putut.

Putut juga menyampaikan bahwa informasi mengenai adanya air sumur yang terlihat seperti berminyak masih akan ditindaklanjuti. Jika dibutuhkan, DLH akan melakukan pengujian tambahan untuk memastikan air tersebut aman atau tidak untuk digunakan.

"Nanti akan kami cek ulang jika masyarakat merasa ragu. Kalau hasilnya memenuhi parameter, tentu aman untuk digunakan," tambahnya.

Terkait sumur yang baru dibor melalui kegiatan sosial, Putut mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Ia menyebut timnya belum melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

"Itu masih informasi awal, kita belum tahu pasti kondisinya. Pengeboran itu juga dilakukan sebagai kegiatan sosial. Saya sendiri baru melihat dari video," ujarnya.

Untuk memperkuat kajian, DLH Kabupaten Kediri juga telah bersurat kepada DLH Provinsi Jawa Timur untuk meminta pendampingan dan analisis lanjutan dari tenaga pengawas provinsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved