Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Susur Sungai Brantas, Vinanda Wali Kota Kediri Pantau Flushing Bareng TNI dan BPBD

Untuk mengantisipasi dampak flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turun langsung menyusuri Sungai Brantas

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
SUSUR SUNGAI BRANTAS - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati turun langsung menyusuri Sungai Brantas dalam rangka mengantisipasi dampak flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo, Minggu (27/4/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Untuk mengantisipasi dampak flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turun langsung menyusuri Sungai Brantas, Minggu (27/4/2025).

Ditemani oleh jajaran BPBD, TNI, dan instansi terkait, Mbak Wali mengecek kesiapan seluruh personel yang disiagakan.

"Siang ini kami melakukan pengecekan langsung di Sungai Brantas bersama BPBD, TNI, dan lainnya karena akan ada flushing dari Waduk Wlingi dan Lodoyo," kata Vinanda saat ditemui.

Dalam kesempatan itu, Vinanda menjelaskan bahwa kegiatan flushing berpotensi meningkatkan volume air, debit aliran, hingga tingkat kekeruhan Sungai Brantas.

Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terlebih karena biasanya banyak warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk menangkap ikan tanpa memperhatikan keselamatan.

"Masyarakat harus lebih berhati-hati. Saat flushing, arus air bisa menjadi tidak terduga. Kami mengimbau agar aktivitas di sekitar Sungai Brantas dihentikan sementara demi keselamatan bersama," jelas Mbak Wali, sapaan akrabnya.

Untuk mendukung langkah antisipasi, Pemkot Kediri bersama BPBD telah menyiapkan berbagai peralatan keselamatan. Vinanda menekankan bahwa seluruh tim sudah siap siaga untuk menghadapi segala kemungkinan.

"Kami ingin semua berjalan aman. Maka dari itu, berbagai perlengkapan sudah kami siapkan sejak jauh-jauh hari," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengungkapkan sejumlah titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Lokasi tersebut antara lain Jembatan Lama, area belakang Ramayana, belakang Masjid Agung, hingga kawasan Semampir.

"Biasanya saat flushing, warga ramai mencari ikan di daerah-daerah tersebut. Ini sangat berbahaya, maka kami siagakan 12 personel gabungan, termasuk TNI, PMI, dan Baznas," jelas Joko Arianto.

Menurut Joko, seluruh personel akan melakukan patroli dan penyisiran di titik-titik rawan selama kegiatan flushing berlangsung. BPBD juga telah mendirikan posko siaga untuk memantau perkembangan debit air secara real-time.

"Kami juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat serta para penyedia jasa penyebrangan untuk menghentikan sementara aktivitas jika debit air Sungai Brantas mulai naik," pungkasnya. (adv)

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved