Senin, 8 Juni 2026

MotoGP

LIVE Trans7! Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2025 Sabtu-Minggu Malam, Marc Marquez Ancaman Bagnaia

Jadwal MotoGP Spanyol 2025 sesi Race MotoGP tayang via Siaran Langsung Trans7, Live Streaming Trans7 serta TV Online SPOTV

Tayang:
Editor: faridmukarrom
Motogp.com
MOTOGP AMERIKA 2025 - Aksi Marc Marquez di lintasan balap COTA, diunggah di laman resmi MotoGP. Hasil FP1 dan Practice MotoGP Amerika 2025, The Baby Alien tak terbendung. (MOTOGP.COM). Foto ini digunakan untuk Jadwal MotoGP Spanyol 2025 sesi Race MotoGP tayang via Siaran Langsung Trans7, Live Streaming Trans7 serta TV Online SPOTV 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Jadwal MotoGP Spanyol 2025 sesi Free Practice, Kualifikasi, Sprint Race Kualifikasi MotoGP 2025 Mulai Jumat (25/4/2025) hingga Minggu (27/4/2025) yang dapat ditonton via Siaran Langsung Trans7 serta Live Streaming SPOTV dan TV Online

Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2025 sesi Race bisa ditonton via Live Streaming Trans7 dan Live Streaming TV Online www.trans7.co.id dan www.motogp.com.

Link Live Streaming MotoGP Spanyol 2025 sudah disediakan TribunMataraman.com di artikel ini.

Di tengah performa gemilang Marc Marquez bersama Ducati Lenovo pada paruh pertama MotoGP 2025, muncul peringatan tajam dari mantan pembalap era 1990-an, Nobuatsu Aoki.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Leicester vs Liverpool Liga Inggris Live SCTV? MO Salah Main

Menurut Aoki, kegemilangan Marquez justru menyorot ketimpangan mencolok di antara dua pembalap utama Ducati, yakni Marquez dan Francesco Bagnaia. Ia menilai, ada sesuatu yang tak beres di balik dominasi Desmosedici GP25.

“Saya punya firasat bahwa di balik performa hebat Marquez, tersembunyi sisi gelap yang tak terlukiskan dan mengganggu,” ujar Aoki, dikutip dari Young Machine via Moto.it.
 
“Bagnaia tampaknya tidak yakin dengan Desmosedici GP25 baru. Khususnya pada aspek pengereman mesin,” jelas Aoki.

Menurut Aoki, pengurangan gesekan dalam mesin GP25 memang memberi peningkatan performa, tetapi secara tidak langsung melemahkan efek pengereman mesin. Hal ini mengganggu ‘feeling’ Bagnaia yang terbiasa dengan karakter GP24.

Untuk mengatasi dilema ini, Ducati mencoba menyesuaikan inersia mesin dengan memodifikasi bobot ban, menghasilkan varian baru yang disebut GP24.9. Namun, Aoki menyebutnya hanya sebagai solusi sementara.

“Karena regulasi, mesin tak bisa dimodifikasi total. Padahal, Bagnaia ingin kembali ke GP24, yang ia anggap sebagai mahakarya,” lanjutnya.

Sementara itu, Marquez tampil superior dengan GP25 membuktikan bahwa motor ini hanya cocok untuk pembalap dengan kemampuan teknis dan adaptasi ekstrem. Ducati bisa saja tersesat dalam pujian dan merasa telah menciptakan motor ‘sempurna’, padahal hanya satu orang yang benar-benar mampu menjinakkannya.

Aoki menarik benang merah dengan kondisi yang pernah dialami Honda saat memiliki Marquez. Kala itu, RC213V hanya bersahabat dengan Marquez. Pembalap sekelas Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa pun kesulitan menaklukkan motor tersebut.

“Ini seperti peragaan ulang dari masa Marquez bersama Honda. Ketika satu pembalap terlalu luar biasa, para insinyur bisa kehilangan arah,” jelas Aoki.

Menurutnya, Marquez mampu menutupi kekurangan motor dengan kemampuannya melampaui batas. Tapi ini bisa menyesatkan tim teknis karena mereka kehilangan ukuran objektif untuk menilai performa sebenarnya dari mesin.

Musim ini, Ducati memberikan GP25 kepada Marquez, Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio. Sementara pembalap lain seperti Alex Marquez dan Franco Morbidelli—yang berhasil naik podium—justru mengandalkan GP24.

Jika GP25 memang hanya cocok untuk Marquez, maka Ducati berisiko mengulangi kesalahan Honda: menciptakan motor eksklusif yang hanya dapat dikendarai oleh satu manusia super.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved