Selasa, 19 Mei 2026

Festival Balon Udara di Tulungagung

VIDEO - Cantiknya Festival Balon Udara di Gondang Tulungagung

Beginilah cantiknya festival balon udara yang digelar di desa Notorejo, kecamatan Gondang, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
FESTIVAL BALON UDARA - Sejumlah balon udara mulai diterbangkan di Lapangan Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (8/4/2025) pagi. Kegiatan ini merupakan festival rintisan untuk mencegah penerbangan balon udara secara liar yang bisa membayangkan penerbangan, risiko kebakaran, dan gangguan jaringan PLN. (Tribunmataraman.com / David Yohanes) 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Belasan balon udara terbang bergantian di Lapangan Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Selasa (8/4/2025) pagi.

Balon udara warna-warni itu diikat dengan tali sepanjang 70 meter agar tidak terbang bebas.

Penerbangan ini adalah bagian rintisan festival balon udara yang diadakan pemerintah desa setempat. 

Menurut Kepala Desa Notorejo, Mustakim, setiap tahun warganya selalu punya tradisi menerbangkan balon udara.

Namun setelah kejadian ledakan petasan dari balon udara di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, dia khawatir warga bisa terjerat kasus hukum.

"Kalau terkena kasus hukum, yang repot bukan dirinya sendiri. Keluarga juga akan ikut repot," ujar Mustakim.

Mustakim kemudian bekerja sama dengan Polres Tulungagung untuk mewadahi kebiasaan warga ini.

Akhirnya tercetus untuk membuat festival kecil di lapangan desa.

Harapannya kebiasaan warga tetap bisa tersalurkan, namun tidak membahayakan pihak lain.

"Jadi tetap bisa menerbangkan tapi tidak usah pakai petasan, tidak usah dilepas," ucap Mustakim.

Sebelumnya ada 8 tim yang ikut dalam festival ini.

Setiap tim membawa beberapa balon udara sekaligus untuk bergantian diterbangkan.

Namun ada juga yang batal ikut karena balonnya belum selesai dibuat.

"Karena untuk membuat satu balon udara butuh beberapa hari. Ada yang belum siap," ujar Mustakim.

Salah satu pembuat balon udara, Syahrul, mengatakan cukup sulit untuk menerbangkan balon dengan diikat tali.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved