Senin, 8 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

DPRD Kabupaten Kediri Minta Petani Jaga Kualitas Gabah agar Bulog Maksimal Serap Hasil Panen

Petani di Kabupaten kediri diminta meningkatkan kualitas gabah agar penyerapan oleh Bulog makin optimal.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
MUSIM PANEN - Petani di Desa Brenggolo Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri saat memanen padi. Pemkab Kediri bekerja sama dengan TNI dan Bulog untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan harga tetap stabil. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Serapan gabah oleh Bulog di Kabupaten Kediri belum optimal karena terkendala kualitas hasil panen petani.

Menjelang panen raya yang diprediksi terjadi pada akhir April 2025, petani diimbau untuk meningkatkan mutu gabah mereka agar dapat terserap dengan harga sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) Bulog yaitu Rp 6.500 per kilogram.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kediri, Ketut Gutomo meminta petani untuk menjaga kualitas gabah mereka agar dapat diserap maksimal oleh Bulog. 

Ketut menilai gabah yang diproduksi petani di Kabupaten Kediri sebenarnya sudah memiliki kualitas baik dan perlu dipertahankan.

"Dari pantauan kami di lapangan, kualitas gabah yang dihasilkan petani sudah cukup baik dan ini harus terus dijaga agar penyerapan Bulog bisa lebih maksimal," kata Ketut saat dikonfirmasi, Minggu (23/3/2025). 

Menurutnya, jika petani mampu mempertahankan kualitas hasil panennya, maka mereka dapat menjual gabah ke Bulog sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. 

Selain itu, ia mengingatkan agar petani tidak mudah tergiur oleh tawaran harga dari oknum tengkulak yang berpotensi membeli gabah dengan harga lebih rendah.

"Kalau kualitas gabah sudah baik, jangan sampai tergoda dengan tawaran dari oknum nakal yang membeli dengan harga lebih murah dari HPP," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Kediri, Imam Mahdi menuturkan bahwa pihaknya masih menyerap gabah kering giling (GKG) petani dengan harga sesuai HPP.

Namun, ada kendala dalam proses penyerapan, salah satunya adalah minimnya mesin pengering gabah di wilayah Kediri dan Nganjuk.

Imam menambahkan bahwa saat ini beberapa daerah, termasuk Nganjuk sudah memasuki masa panen raya, sementara panen raya di Kediri diperkirakan baru akan berlangsung pada April 2025.

Dengan kondisi ini, Bulog berharap dapat memaksimalkan serapan gabah di wilayah Kediri agar stok beras tetap aman, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.  

"Saat ini kami masih melakukan penyerapan gabah dengan harga resmi Rp 6.500 per kilogram, tetapi ketersediaan mesin pengering masih menjadi tantangan," kata Imam Mahdi.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved