Ramadan 2025
5 Mitos dan Fakta Populer tentang Puasa Ramadan, Jangan Sampai Salah Paham
5 mitos dan fakta seputar ibadah puasa ramadhan, mulai dari sikat gigi saat puasa, hingga makan banyak saat sahur
Penulis: Fajarina Firdausi | Editor: faridmukarrom
TRIBUNMATARAMAN.COM - Inilah beberapa mitos dan fakta tenta puasa Ramadhan yang sering pertanyakan oleh banyak banyak orang, mulai dari sikat gigi dapat membatalkan puasa hingga makan banyak saat sahur akan menjadi kuat.
Bulan suci Ramadhan adalan momen yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Saat bulan Ramadhan, umat Muslim akan menjalankan puasa selama satu bulan penuh dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Namun, seiring berjalannya waktu, banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai puasa Ramadhan. Beberapa mitos yang telah berkembang dipercayai oleh banyak orang, dan masih berjalan secara turun menurun.
Baca juga: Pesona Masjid Terbesar di Indonesia: Tempat Ibadah Sekaligus Wisata Religi
Munculnya mitos ini, sering kali membuat orang ragu dalam menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Banyak orang yang beranggapan bahwa sikat gigi dapat membatalkan puasa, dan jika makan banyak saat sahur akan menjadi lebih kuat dalam menjalankan ibadah puasa.
Pada artikel ini akan membahas beberapa mitos dan populer tentang puasa Ramadhan, dengan pemahaman yang benar, agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman. Hal ini sangat penting bagi umat Muslim agar dapat memahami fakta yang sebenarnya, supaya puasa Ramadhan dapat dijalani dengan nyaman, sehat dan penuh berkah.
1. Puasa Membuat Tubuh Menjadi Lemah
Hal tersebut merupakan mitos. Puasa tidak akan membuat tubuh jadi lemah, jika dilakukan dengan benar. Justru ketika berpuasa, tubuh akan terasa lebih sehat, sebab puasa dapat meleakukan detoksifikasi alami dan meningkatkan metabolisme.
Puasa tidak akan membuat tubuh lemah, jika disaat sahur dan berbuka mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, seperti kaya protein, karbohidrat, dan serat. Hal tersebut akan membuat tubuh jadi tetao bertenaga.
Selain itu, menjaga asupan cairan dengan minum air mineral yang cukup saat sahur dan berbuka juga penting agar tubuh tetap terhidrasi sepanjangn hari.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan fungsi otak, dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, anggapan bahwa puasa membuat tubuh lemah hanyalah mitos yang tidak didukung oleh fakta ilmiah.
2. Tidak Boleh Sikat Gigi Saat Puasa Karena Bisa Membatalkan Puasa
Sikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak ada air maupun pasta gigi yang tertelan. Dalam agama islam, hukum sikat gigi saat puasa adalah makruh dan sunnah. Bahkan Rasulullah SAW, menganjurkan untuk tetap menjaga kebersihan mulut berpuasa, misalnya dengan bersiwak.
Bersiwak merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW, untuk membersihkan gigi dan menyegarkan mulut, terutama saat berpuasa.
Namun, agar lebih berhati-hati, umat Islam dianjurkan untuk menggunakan sedikit pasta gigi atau memilih sikat gigi tanpa pasta gigi, agar tidak ada resiko tertelan. Jika masih ragu, bisa dengan berkumur dengan air secukupnya saja.
Dengan demikian, anggapan bahwa sikat gigi saat puasa dapat membatalkan puasa hanyalah mitos. Justru, menjaga kebersihan mulut saat puasa adalah kebiasaan baik yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan bermanfaat bagi kesehatan.
3. Olahraga Saat Puasa Berbahaya
Olahraga saat puasa tetap dapat dilakukan, namun harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Selain itu, harus memilih jenis olahraga yang ringan saja, seperti jalan kaki, yoga atau pilates, supaya tidak terlalu banyak mengeluarkan energi.
Waktu saat olahraga juga harus diperhatikan dengan baik. Sebaiknya, olahraga dilakukan menjelan waktu berbuka puasa, supaya tubuh tidak terlalu lama mengalami dehidrasi. Jika ingin berolahraga di pagi atau siang hari, pastikan intensitasnya rendah, supaya tidak menyebabkan kelelahan berlebihan.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah asupan makanan saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang dapat menjaga stamina selama berpuasa.
Maka dari itu, olahraga saat berpuasa tidak berbahaya, dan hal tersebut hanyalah mitos.
4. Makan Banyak Saat Sahur Bikin Puasa Jadi Lebih Kuat
Makan banyak sahur tidak membuat puasa menjadi lebih kuat, hal tersebut hanyalah mitos. Justru makan banyak saat sahur akan membuat tubuh cepat lemas, karena sistem pencernaan berkerja lebih keras.
Sahur yang baik dan benar adalah mengonsumsi makanan dengan tinggi serat, kaya protein, dan karbohidrat yang kompleks. Hal tersebut maka dapat membuat tubuh kita menjadi lebih berenergi dan bertahan lebih lama hingga berbuka.
Selain itu, pastikan konsumsi air mineral yang cukup saat sahur dan berbuka. Saat berpuasa minimal minum 8 gelas perhari, supaya tubuh tetap terhidrasi.
5. Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Mendapat Pahala Besar
Tidur sepanjang hari saat berpuasa memang diperbolehkan, karena agar tubuh tidak mudah lemah, namun sebaiknya digunakan untuk beribadah dan produktif.
Ramadan adalah momen istimewa untuk meningkatkan amalan ibadah, pada bulan puasa Allah SWT banyak menurunkan rezeki yang berlimbah, oleh karena itu lebih baik digunakan berdizikir atau beribadah. Jika saat puasa tidur seharian, maka tidak akan mendapat keberkahan dari Allah SWT saat bulan suci Ramadhan.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com)
Lebaran 2025, Hampir 187 Ribu Orang Mudik Pakai Kereta Api Lewat Stasiun di Wilayah Daop 7 |
![]() |
---|
Ratusan Pengunjung Antusias Berebut Tumpeng Ketupat Cokelat di Kampung Coklat Blitar |
![]() |
---|
Dampingi KH Nurul Huda Ploso, Mas Ipin Bupati Trenggalek Sowan Ulama Sambut Hari Raya Ketupat |
![]() |
---|
VIDEO - Tahu Kuning Takwa Kediri Diburu Pemudik untuk Oleh-Oleh Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Pantai Dalegan, Pantai Favorit Warga Gresik Saat Libur Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.