Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Polisi Bubarkan Konvoi Pemuda Dengan Sound System Saat Sahur di Kediri

Polsek Wates, Kabupaten Kediri, membubarkan konvoi ratusan pemuda yang patroli sahur menggunakan pengeras suara atau sound system, Minggu (9/3/2025)

Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
dok.polsek wates
DIBUBARKAN - Petugas Polsek Wates saat membubarkan konvoi dengan sound system keliling saat sahur dibubarkan oleh Polsek Wates Kabupaten Kediri, pada Minggu (9/3/2025) dini hari. Kegiatan yang berlangsung di Desa Duwet, Kecamatan Wates ini mendapat keluhan dari warga karena suara musik yang keras. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Para anggota Polsek Wates, Kabupaten Kediri, membubarkan konvoi ratusan pemuda yang patroli sahur menggunakan pengeras suara atau sound system, Minggu (9/3/2025) dini hari. 

Pembubaran dilakukan karena aktivitas itu dikeluhkan oleh warga yang terganggu. 

Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi para pemuda tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera menuju lokasi untuk melakukan penertiban. 

"Kami mendapat informasi dari masyarakat yang terganggu dengan suara bising sound system saat sahur. Setelah tiba di lokasi, kami mendapati ratusan pemuda berkonvoi di belakang mobil bak terbuka yang membawa sound system dengan volume tinggi," kata AKP Agus saat dikonfirmasi, Senin (10/3/2025). 

Tidak hanya mengeluarkan suara musik yang keras, konvoi pemuda tersebut juga dilengkapi lampu lighting dan diiringi dengan joget-joget sepanjang jalan. Aktivitas ini semakin mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat maupun menjalankan ibadah Ramadan.

"Musik yang diputar bukan bernuansa Ramadan dan sangat mengganggu ketenangan warga. Mereka berdalih membangunkan sahur, tetapi cara yang digunakan tidak relevan dengan tradisi yang ada," tambah AKP Agus.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, polisi kemudian membubarkan kerumunan pemuda dan mengawal mobil yang membawa sound system hingga kembali ke rumah pemiliknya. Pihak kepolisian juga memberikan imbauan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. 

AKP Agus menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan membangunkan warga untuk sahur, tetapi dengan cara yang lebih sopan dan sesuai tradisi, seperti menggunakan alat musik tradisional.

"Kami tidak melarang kegiatan membangunkan sahur, tetapi sebaiknya dilakukan dengan alat musik tradisional seperti kentongan atau bambu. Penggunaan sound system berpotensi menimbulkan gangguan dan hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.  

Untuk mencegah kejadian serupa, patroli kepolisian akan terus ditingkatkan selama Ramadan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan warga. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam beraktivitas, terutama di waktu sahur, agar tidak merugikan orang lain.

"Kami tidak melarang membangunkan warga saat sahur menggunakan alat musik, akan tetapi menggunakan peralatan tradisional seperti alat bambu atau kentongan," ungkap AKP Agus.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved