Senin, 13 April 2026

Ramadan 2025

Polres Kediri Sita Sound System yang Dipakai Ronda Sahur

Polres Kediri menindak tegas penggunaan sound system berlebihan yang masih bandel dalam kegiatan ronda sahur keliling yang dinilai mengganggu

Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
dok.polres kediri
DIAMANKAN - Personil Polres Kediri saat mengamankan sejumlah kendaraan yang membawa tumpukan sound system dengan volume tinggi di wilayah Desa/Kecamatan Badas, Kediri, Senin (3/3/2025). Polres Kediri akan menindak tegas penggunaan sound system berlebihan yang masih bandel dalam kegiatan ronda sahur keliling yang dinilai mengganggu kenyamanan warga. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Polres Kediri menindak tegas penggunaan sound system berlebihan yang masih bandel dalam kegiatan ronda sahur keliling yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Dalam patroli yang digelar pada Senin (3/3/2025) dini hari, polisi mengamankan sejumlah kendaraan yang membawa tumpukan sound system dengan volume tinggi di wilayah Desa/Kecamatan Badas, Kediri.

Kasat Samapta Polres Kediri, AKP I Nyoman Sugita menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap penggunaan sound system yang tidak sesuai aturan dalam kegiatan Sahur on the Road (SOTR). 

Baca juga: Polsek Pare Kediri Gencarkan Patroli Sound Horeg dan Balap Liar Saat Sahur Ramadan 2025

"Kami memahami tradisi membangunkan sahur, tetapi penggunaan sound system berlebihan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," jelas AKP Nyoman, Senin (3/3/2025).

Dalam proses penindakan kemarin, Patroli Sahur on the Road dilakukan oleh personel gabungan dari Sat Samapta dan Satlantas Polres Kediri menemukan sekelompok pemuda yang menggunakan kendaraan bak terbuka dengan sound system berkekuatan tinggi.

Polisi pun segera  menyita peralatan tersebut guna mencegah gangguan lebih lanjut. 

"Saat patroli, kami menemukan pemuda membawa kendaraan dengan sound system besar. Langsung kami amankan kendaraan beserta peralatannya agar tidak mengganggu warga yang beristirahat," imbuh AKP Nyoman. 

AKP Nyoman menambahkan, masyarakat masih diperbolehkan melakukan ronda sahur, tetapi harus menggunakan alat musik tradisional seperti kentongan. Hal ini demi menjaga ketertiban serta menghindari potensi gesekan sosial akibat kebisingan yang berlebihan. 

"Kami tidak melarang tradisi membangunkan sahur. Silakan gunakan kentongan atau alat musik tradisional lainnya. Namun, jika menggunakan sound system dengan volume berlebihan, tentu akan kami tertibkan," tegasnya.

Selama bulan Ramadan, Polres Kediri juga akan meningkatkan patroli untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas, seperti aksi premanisme, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perang sarung, dan penggunaan petasan.

"Kami ingin memastikan Ramadan di Kediri tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke Polres Kediri atau Polsek terdekat," pungkas AKP Nyoman. 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved