Kamis, 23 April 2026

Putra Daerah

Sosok Octa Dwi Rohmatul Isroah, Mahasiswi UIN Satu Tulungagung Bangun Karir MUA Dari Nol

Ini adalah cerita perjalanan bisnis Octa Dwi Rohmatul Isro`ah, mahasiswi UIN SATU Tulungagung yang sukses membangun karir sebagai MUA.

|
Editor: eben haezer
Dok.Pribadi
MERINTIS KARIR DARI NOL - Octa Dwi Rohmatul Isro`ah (kiri), mahasiswi UIN SATU Tulungagung yang sukses membangun karir sebagai MUA 

TRIBUNMATARAMAN.COM | Blitar – Ini adalah cerita perjalanan bisnis Octa Dwi Rohmatul Isro`ah, mahasiswi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah atau UIN SATU Tulungagung yang sukses membangun bisnis make up artist (MUA) di usia muda dan berhasil membuka lapangan pekerjaan.

Octa Dwi Rohmatul Isro`ah adalah mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Satu Tulungagung.

Perempuan 22 tahun yang akrab disapa Octa adalah putri daerah Blitar dari Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dia adalah sosok muda inspiratif yang berhasil membangun bisnis di bidang make up artist (MUA) di usianya yang baru menginjak 22 tahun.

Perjalanan Octa dalam dunia bisnis tidaklah instan. 

Sejak MTS, ia sudah memiliki jiwa wirausaha dengan membuka jasa rental kamera,namun bisnis kamera rental ini gagal karena banyaknya minus yang merugikan Octa.

Akhirnya di Tahun 2019, ia mencoba membuka bisnis online shop, dengan ratusan reseller.

Octa berjuang dengan penuh semangatmenjalankan bisnis online shop ini.

Sepulang sekolah ia rela COD (Cash On Delivery) dengan customernya.

Lalu pada waktu libur sekolah ia mencari barang-barang baru untuk dijualnya lagi.

Di tahun 2020, Octa mencoba membangun bisnis sempol, setiap harinya ia berhasil menjual 1000 tusuk sempol.

Di bisnis ini, Octa menyelesaikannya sendiri mulai dari proses membuat adonan sempol hingga proses pengiriman.

Namun bisnis ini hanya bertahan 2 bulan, ia tak sanggup melanjutkan bisnis sempolnya karena sangat menguras tenaga.

Di Tahun 2021, ia mencoba membangun usaha lagi dengan join reseller MS Glow, namun sayangnya bisnis ini juga mengalami kegagalan karena ditipu orang

Setelah membangun berbagai bisnis itu, Octa merasa capek dan pada saat itu Octa mengalami permasalahan dengan kisah asmaranya. Ia  memilih nganggur berbulan-bulan.

Pada akhirnya Octa mendapatkan pencerahan.

“Aku ngerasa kegalauanku bikin rugi serugi-ruginya, kehilangan semangat bisnis terutama,” ucap Octa.

Merintis MUA

Awal mula perjalanan Octa dalam dunia MUA terjadi secara tidak terduga, setelah mengalami kegagalan dalam bisnis dan kisah asmara.

Ia sempat kehilangan semangat, namun kesempatan menjadi model make up (Muse) membuka jalan baru baginya.

Dari sana, ia mulai belajar make up secara otodidak, bahkan harus meminjam alat make up dari tetangganya.

Tak mudah bagi Octa untuk membangun kepercayaan diri dalam menawarkan jasa make up.

Awalnya, ia hanya melayani orderan make up dari keluarga, teman dekat dan tetangganya, karena masih belum percaya diri. 

Octa berfikir jika ia tidak berani mengambil resiko, ia tidak akan bisa melangkah dan masih tetap di zona nyaman.

Akhirnya ia berani membuka job make up tapi ia belum percaya diri untuk membuat price list. Dia pun menawarkan tarif 'Bayar Seikhlasnya Saja'. 

Bahkan di job pertamanya, ia hanya dibayar tahu oleh teman dekatnya.

Ia juga pernah di bayar Rp 25 ribu di acara keluarganya.

Meski begitu ia tetap gigih dan terus mengasah kemampuanya, ia selalu mempraktekan make upnya 1 minggu sekali meskipun belum ada yang memesan jasanya. 

“Saya tidak pernah menyerah, saya tetap mengasah kemampuan saya, meskipun saya belum berani untuk mengambil job untuk orang lain, masih hanya utuk teman, keluarga, dan tetangga saya, saya selalu rutinin make up tetangga saya 1 minggu sekali.” Ucap Octa.

Setelah itu, ia ditawari beberapa MUA untuk bergabung dalam satu tim. Dia juga mulai ikut job make up pagar ayu dan bridesmaid saja.

Di tahun 2022, Octa mendapatkan pesan dari temannya untuk mengikuti Blitar Youth Festival (BYF).

Kesempatan besar datang ketika ia mengikuti audisi Blitar Youth Festival (BYF). 

Meski awalnya minder karena keterbatasan yang ia miliki, ia berhasil lolos dan mendapatkan pelatihan selama dua bulan dari Indah Kawai MUA.

Setelah lulus dari pelatihan, nama Octa Dwi MUA mulai dikenal. Permintaan job make up pun meningkat, baik untuk acara wisuda, anggangement, hingga wedding.

Bagi Waktu

Meski kesibukanya meningkat, Octa tetap membagi waktu dengan kuliahnya di Tulungagung.

Bahkan sering pulang pergi dari Blitar-Tulungagung, ia juga berangkat kuliah setelah menyelesaikan job make upnya.

Ia biasanya mengambil waktu job make up nya di jam 03.00 pagi.

Keberhasilanya semakin terlihat saat ia mulai membentuk tim make up sendiri dan membuka  lapangan pekerjaan bagi orang lain. 

Pada tahun 2023, ia dipercaya menjadi coach kelas MUA di Blitar Youth Festival dan mendapatkan penghargaan dari Bupati Blitar.

Tahun 2024 menjadi titik puncaknya, dengan banyaknya job wedding, serta kerja sama dengan berbagai vendor, kini Octa Dwi MUA telah memiliki tim tetap dan semakin berkembang.

Pencapaian Octa dari hasil job sebagai seorang MUA. Ia mampu membeli, sepeda motor, laptop, upgrade hp dan kebutuhan sehari-hari.

Ia lebih memperbanyak tabungan untuk membangun studio make up sendiri.

“ Semoga bisnis ini panjang umur, terus memberikan pelayanan yang lebih baik, serta dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi orang lain,” Ucap Octa.

(Lia Handayani/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved