Film
Film Petaka Gunung Gede, Adaptasi dari Kisah Nyata Pendakian Anak Muda Berujung Malapetaka
Film Petaka Gunung Gede sudah tayang di Bioskop sejak 6 Februari 2025 lalu. Berikut sinopsisnya yang diadaptasi dari kisah nyata
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Film horor Indonesia, Petaka Gunung Gede, sudah mulai tayang di berbagai bioskop di Indonesia sejak 6 Februari 2025 lalu.
Sejak ditayangkan, jumlah penonton film Petaka Gunung Gede sudah mendekati 1 juta penonton.
Fil Petaka Gunung Gede ini bercerita soal petualangan pendakian yang diadaptasi dari kisah nyata.
Film ini mengisahkan perjalanan emosional dua orang sahabat saat mendaki gunung.
Mengajak penonton merasakan seramnya petaka yang terjadi di Gunung Gede, jika menyalahi aturan saat dilanggar, maupun terkait pantangan yang berujung petaka.
Perjalanan pendakian Gunung Gede ini dilakoni dua pemain muda, Maya yang diperankan oleh Arla Ailani dan Ita diperankan Adzana Ashel.
Produser film Petaka Gunung Gede, Chand Parwez Servia mengatakan, proses syuting dilakukan langsung di Gunung Gede.
Menyajikan visual landscape keindahan pegunungan, dibalut dengan kisah horor menegangkan.
“Kisah ini tentang pendakian Maya dan Ita yang ke Gunung Gede tahun 2007. Cerita itu diangkat ke podcast dan ditonton lebih dari 17 juta kali,” ujarnya, Minggu sore (10/2/2025).
Film ini membeberkan penjelasan tentang kejadian yang dialami Ita, serta menampilkan seramnya petaka yang terjadi di Gunung Gede jika menyalahi aturan pendakian.
Sementara Sutradara Azhar Kinoi Lubis menyebut, film ini juga menghadirkan sisi petualangan dan drama emosional dua remaja sekolah menengah atas.
“Terlepas dari apa yang dihadapi, kisah mereka menunjukan sahabat sejati. Bahkan ketika alam mereka sudah berbeda,” ujarnya.
Bagi pemeran muda Adzana Ashel, film Petaka Gunung Gede menjadi film perdana bergenre horor sekaligus pengalaman mendaki gunung.
Menurutnya, menjadi sebuah tantangan sendiri kita proses syuting dilakukan di gunung.
Di balik olah fisik, ia menilai, ada kebersamaan antara pemeran maupun kru film.
“Ini film horor pertamaku, sekaligus mendaki gunung. Syutingnya benar-benar mendaki Jalur Putri, Gunung Gede. Teh Maya Azka banyak membantu untuk bisa memerankan dan menyampaikan cerita,” ujar Adzana.
(nurika anisa/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Ritual Pesugihan di Jawa Jadi Inspirasi Film Horor Komedi Pesugihan Sate Gagak |
![]() |
---|
Sutradara James Cameron Sebut Avatar 3: Fire and Ash Akan Fokus Pada Konflik Antar Na'vi |
![]() |
---|
Dua Suku Baru Akan Dihadirkan di Avatar: Fire and Ash, Trailer Resmi Segera Dipublikasikan |
![]() |
---|
Mengapa Pemeran Superman 2025 Diganti? Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
DC Universe Resmi Konfirmasi Film Wonder Woman Terbaru Sedang Digarap, Masih Gal Gadot? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.