Jumat, 5 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Beban Kerja Berat Tapi Upah Tak Jelas, Pekerja Dapur MBG di Sumenep Madura Mengundurkan Diri

Beban Kerja Berat Tapi Upah Tak Jelas, Pekerja Dapur MBG di Sumenep Madura Mengundurkan Diri. Kepala SPPG Sumenep sebut mereka relawan

Tayang:
Editor: eben haezer
anggit pujie widodo
MAKAN BERGIZI GRATIS - Ilustrasi Menu makan siang gratis 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SUMENEP - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura telah diluncurkan pada 13 Januari 2025 lalu.

Namun, dua pekan setelah peluncuran itu,  sebagian karyawan dapur MBG memutuskan untuk memilih memundurkan diri.

Menurut sumber internal yang meminta namanya dirahasiakan, banyak pekerja di dapur MBG memilih berhenti karena beban kerja yang harus dijalani sangat berat.

Selain itu, mereka tidak pernah diberi tahu berapa upah yang akan mereka terima. 

"Paling berat itu bagian mencuci kotak makanan, mulai dari pukul 13.30 WIB - 01.00 WIB dini hari. Banyak yang berhenti karena tidak kuat dengan jam kerjaannya," tuturnya, 

Setiap pekerja dapur MBG, lanjutnya, memiliki tugasnya masing-masing. Mulai dari memasak, menyiapkan makanan dan mencuci kotak makanan.

petugas bagian memasak bekerja dari pukul 01.00 - pukul 10.00 WIB.

Sedangkan bagian yang menyiapkan makanan, mulai bekerja pukul dari pukul 04.00 - 11.00 WIB.

Lalu, pegawai yang bertugas mempersiapkan bahan - bahan makanan, bertugas mulai dari pukul 15.00 - 02.00 WIB.

Dia menambahkan, mereka juga tak mendapatkan makan dan terpaksa harus makan dari sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh siswa.

"Tidak mampu dengan beban kerjanya dan juga saya kira kekurangan orang," sebutnya.

Terkait upah, dia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada dokumen kontrak. Sehingga dia tak bisa tahu apakah gaji yang diberikan adalah harian atau bulanan. 

"Tidak ada, tidak disebutkan berapa gaji yang akan diterima. Cuman, menurut mereka para pekerja ini hitungannya adalah relawan saja," tuturnya.

Klarifikasi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satu Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep, Mohammad Kholilurrahman mengakui adanya sebagian pekerja yang memilih mengundurkan diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved