Selasa, 9 Juni 2026

Penemuan Kubur Megalitik di Bondowoso

Petani di Suca Lor Bondowoso Temukan Kubur Era Megalitikum, Diduga Isinya Sudah Dijarah

Sebuah kubur yang diduga berasal dari era megalitikum ditemukan di desa Suca Lor, kecamatan Maesan, kabupaten Bondowoso.

Tayang:
Editor: eben haezer
ist
Lokasi penemuan kubur era megalitik di kecamatan Maesan, kabupaten Bondowoso, jawa Timur 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BONDOWOSO - Petani di Dusun Dawuhan, Desa Suca Lor, Kecamatan Maesan, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur menemukan kubur yang diduga sudah ada sejak era megalitik. 

Petani bernama Faizeh itu menemukan peninggalan pra sejarah saat membajak lahan pertaniannya.

Secara tak sengaja, traktornya terjerembab pada lubang. Setelah dilihat ternyata ada lubang kecil yang seolah seperti pintu masuk.

"Setelah dilihat ternyata ada susunan batu bata. Faizeh langsung melapor pada juru pelihara cagar budaya setempat," ujar Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disparbudpora Bondowoso, Heri Kusdaryanto, Rabu (22/1/2025).

Ia menerangkan, tim sejarah dan cagar budaya bidang kebudayaan Disparbudpora langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencatatan.

Hasil dugaan sementara kubur lempeng batu mempunyai keunikan dan belum pernah ditemukan sebelumnya.

Kata Heri, pada bagian dalam diperkirakan berukuran 3 x 2.5 meter, pada sisi barat, selatan, utara dan timur (pintu masuk) dibuat dari susunan batu bata merah dengan  sistem gosok.

"Bagian sisi-sisi samping tengah terdapat lempeng batu yang menonjol dengan ukuran sekitar 30 cm," jelasnya.

Sementata itu,  bagian atas ditopang oleh lempeng batu besar, termasuk juga dugaan  bagian bawah. Pintu kubur  berada disisi timur dengan ukuran 1x1 meter.

"Kami belum bisa membuat catatan secara detail, karena masih banyak air dan lumpur. Tadi hanya perkiraan ketika saya masuk ke dalam," pungkasnya.

Dijarah

Heri mengatakan, saat diperiksa, kubur purba itu telah kosong. 

Diduga, barang-barang yang ada di dalam kubur sudah dijarah. Artinya, ada orang yang pernah memasuki makam tersebut. 

"Juru pelihara telepon bilang kalau kuburnya sudah terjarah," jelasnya dikonfirmasi pada Rabu (22/1/2025).

Ia menceritakan kronologi dugaan pencurian itu berawal saat petani bernama Faizeh tak langsung melaporkan penemuan itu pada Senin (20/1/2025).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved