Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Update Terbaru Jalan Rusak di Daerah Tugel Desa Samar Tulungagung, Gagal Diperbaiki Begini Alasannya

Tiga infrastruktur penting yang rusak akibat bencana di Kabupaten Tulungagung Batal diperbaiki begini penjelasan lengkapnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: David Yohanes | Editor: faridmukarrom
Ist
Baru diperbaiki Tanggul jalan di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, tepatnya di lokasi yang disebut Gunung Tugel, longsor hingga rusak parah. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Tiga infrastruktur penting yang rusak akibat bencana di Kabupaten Tulungagung masih belum ada kepastian kapan dipulihkan.

Ketiganya adalah Jalan Desa Samar Kecamatan Pagerwojo yang longsor, jembatan Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol yang nyaris runtuh, dan Jalan Desa Gedangan Kecamatan Karangrejo yang putus.

Jalan Desa Samar menjadi akses utama angkutan susu dari Kecamatan Pagerwojo.

Jalan Desa Gedangan juga menjadi akses utama angkutan susu dari Kecamatan Sendang.

Sementara jembatan yang rusak penghubung Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol dan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu.

Baca juga: Ketua RT di Wates Kabupaten Kediri Temukan Lansia Meninggal di Kamar Saat Tarik Uang Kematian

Rencana awal ketiga infrastruktur ini akan diajukan untuk diperbaiki dengan Belanja Tak Terduga (BTT) dari Provinsi Jawa Timur.

Namun dalam perkembangannya, hanya jalan Gedangan dan Jembatan Junjung yang rencananya dibiayai oleh BTT Provinsi Jawa Timur.

"Yang dua itu tinggal tanda tangan gubernur. Yang jalan Desa Samar masih dalam proses kajian," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo.

Untuk jembatan Desa Junjung diperlukan biaya Rp 7,5 miliar untuk pemulihan permanen.

Namun dengan BTT provinsi, sementara akan digunakan jembatan bailey.

Sedangkan untuk jalan Desa Gedangan membutuhkan Rp 2 miliar.

Jalan Desa Samar, tepatnya di titik Gunung Tugel  membutuhkan anggaran Rp 7,5 miliar untuk memperbaiki talut jalan yang ambrol.

Namun menurut Hari, kondisinya lebih ekstrem karena ketinggian talut mencapai 11 meter.

Dinas PUPR Tulungagung masih menurunkan tim independen untuk meneliti kondisi tanah di jalan yang patah.

"Kami tidak mau kejadian ini berkembang liar. Karena itu kami minta tim independen untuk meneliti, terdiri dari tim geologi, ahli teknik sipil dan ahli hukum," paparnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved