Banjir Bandang Lereng Argopuro Bondowoso
Update Terkini Banjir Bandang di Lereng Argopuro Bondowoso: Lahan Pertanian 4 Hektar Ikut Rusak
Banjir bandang di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan Bondowoso merusak 4 Hektar Lahan Pertanian
TRIBUNMATARAMAN.COM |BONDOWOSO - Banjir bandang di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan Bondowoso atau Lereng Gunung Argopuro, tak hanya merusak rumah warga melainkan lahan pertanian seluras 4 hektar, pada Kamis (9/1/2025).
Menurut data diterima dari BPBD Bondowoso ada 1.620 M⊃2; area pertanian milik warga yang terdampak banjir yang telah diketahui kepemilikannya.
Kemudian, juga ada empat sapi yang juga nyaris terhanyut banjir.
Pantauan di lokasi, hingga pukul 21.00 WIB, tim BPBD dan PMI Bondowoso menyisir lokasi banjir. Mendatangi rumah-rumah terdampak, untuk menyisir kemungkinan ada warga yang masih terjebak.
Baca juga: BREAKING NEWS - Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Argopuro Bondowoso, Belasan Rumah Terendam
Sekaligus membantu mengevakuasi sejumlah baranh-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Sementara air banjir yang disebut berasal.dari Lereng Gunung Argopuro, masih belum surut. Bahkan, masih terlihat membawa material berupa batang pohon, bambu, ranting dan dahan pohon.
Sejumlah warga yang terdampak banjir, dievakuasi ke tempat-tempat aman. Seperti di antaranya yakni ke rumah warga yang berada di lokasi lebih tinggi dari banjir.
Seperti diberitakan sebelumnya, Banjir bandang terjadi di Dusun Peh, Desa Gunungsari Kecamatan Maesan, Kamis (9/1/2024).
Belasan rumah terendam banjir, dan ratusan kepala keluarga dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi.
Kabid PK2 BPBD Bondowoso, Yuliono Triandana mengatakan, rumah-rumah yang terdampak bajir yakni di RT 20 RW 06, Dusun Peh.
"Laporan yang kita dapat 12 rumah sampai sekarang. Kondisi kan malam hari, jadi belum diketahui pasti berapa total rumah terdampak," ujarnya.
Kepala Dusun Krajan, Abdul Halim menyebutkan ada total 30 kepala keluarga dengan junlahnjiwa sekitr 200an. Dan mereka telah dievakusi ke tempat yang lebih aman.
"Ada ternak yang nyaris terseret, tapi satu yang belum masih," ujarnya.
Ia menerangkan, banjir terjadi seitar pukul 16.00, dan sebelum itu di gunung terjadi hujan deras sejak pukul 11.00 WIB siang.
"Hujannya kalau di gunung (Lereng Gunung Argopuro, red) sekitar pukul 11.00," pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com/ Sri Anca)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.