Kamis, 16 April 2026

Kekerasan di Pondok Pesantren

Cegah Kekerasan di Pondok Pesantren, Forkopimda Banyuwangi Undang Para Pengasuh Ponpes

Forkopimda Banyuwangi akan mengumpulkan para pengasuh ponpes dan membahas langkah pencegahan kekerasan di Pondok Pesantren

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra saat menemui keluarga santri korban pengeroyokan di salah satu ponpes di Kabupaten Banyuwangi 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BANYUWANGI - Forkopimda kabupaten Banyuwangi akan mengumpulkan para pengasuh pondok pesantren untuk membahas upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pondok pesantren. 

Sebelumnya, seorang santri di Kabupaten Banyuwangi meninggal dunia karena dikeroyok sejumlah seniornya. Santri asal Buleleng Bali itu meninggal dunia setelah sempat koma selama sepekan di RS. 

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, Forkopimda Banyuwangi telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana tersebut pada Minggu (5/1/2025) malam.

Baca juga: Santri Remaja di Banyuwangi Tewas Dikeroyok Senior, Pemkab Tanggung Biaya Perawatan Selama di RS

Rapat tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Banyuwangi, Majelis Ulama Indonesia, para tokoh agama, hingga lembaga-lembaga yang menaungi permasalahan anak.

Dalam rapat tersebut, pihak-pihak terkait merumuskan prosedur pola pengasuhan di lingkungan pondok pesantren. Pola yang disepakati akan disosialisasikan ke ponpes agar dapat dilaksanakan.

"Sudah ada rancangannya. Jadi sudah kami rumuskan beberapa hal. Kami atur sedemikian rupa agar kekerasan di lingkungan pesantren bisa dicegah. Nanti updatenya kami sampaikan saat sosialisasi ke pondok-pondok pesantren," kata Kapolresta, Selasa (7/1/2025).

Terkait kasus yang menewaskan santri berinisial AR (14) di Ponpes Nurul Abror Al-Rohbaniyin di Kecamatan Wongsorejo, polisi telah menahan enam tersangka. Masing-masing terdiri dari empat tersangka dewasa dan tiga tersangka anak-anak. 

Hasil penyelidikan terbaru, polisi belum mendapati adanya peran serta pihak pondok pesantren dalam tragedi memilukan itu.

"Kami sudah memeriksa empat pengasuh ponpes. Jadi memang belum mengarah ke sana. Saat peristiwa terjadi, tidak ada pengasuh di tempat kejadian. Tapi kami masih terus dalami," kata Rama.

Rama juga mengungkapkan hasil penyelidikan terbaru terkait motif pengeroyokan. Menurutnya, pengeroyokan disebabkan oleh para tersangka yang tak berkenan atas tindakan korban.

"Memang terjadi sesuatu hal yang membuat santri senior tidak berkenan. Itulah yang membuat pemukulan terhadap korban," sambungnya.

(aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved