Selasa, 19 Mei 2026

Penganiayaan Santri di Banyuwangi

Santri Remaja di Wongsorejo Banyuwangi Diduga Dianiaya 6 Senior Hingga Kritis

Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, kritis. diduga dianiaya sejumlah seniornya.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
ist/tribunnews
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BANYUWANGI - Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, diduga dianiaya sejumlah seniornya.

Kini santri tersebut kritis dan dirawat di RSUD Blambangan.

Korban adalah AR (14) asal Kabupaten Buleleng, Bali. Ia diduga dianiaya oleh para senior di ponpes pada Minggu (19/12/2024) dalam sebuah kegiatan di luar pembelajaran ponpes.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

Informasinya, korban dalam kondisi kritis sejak usai dianiaya hingga kini. Saat diketahui kondisinya tak sadar usai dianiaya para senior, pihak pondok langsung melarikannya ke rumah sakit.

"Luka-lukanya di sekujur badan. Di muka ada lebam dan lainnya. Nanti kami masih menunggu kesimpulan dari hasil visum dokter," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Rabu (1/1/2025).

Ia menjelaskan, korban dikeroyok oleh enam orang seniornya. Empat di antara mereka berusia dewasa dan dua lainnya anak-anak.

Mereka adalah HR (17), IJ (18), MR (19), S (18), WA (15), dan Z (18). Seluruhnya telah diamankan oleh kepolisian untuk menjalani proses hukum.

"Seluruhnya telah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Rama.

Polisi juga masih mendalami peran masing-masing tersangka. Termasuk ada tidaknya keterlibatan pihak pondok pesantren dalam kasus tersebut.

"Apakah pihak pesantren mengetahui atau bisa dimintai pertanggungjawaban, itu masih pendalaman," katanya.

Selain itu, polisi juga masih mendalami motif para tersangka menganiaya korban. Jika pemeriksaan telah lengkap, pihaknya berjanji untuk mengungkap detail kasusnya ke publik.

(aflahul abidin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved