Citizen Jurnalism

5 Mahasiswa KKN Untag Surabaya Kenalkan Proses Bank Sampah Hingga Caranya untuk Jadi Cuan

Lima Mahasiswa Untag melakukan Program Kuliah Kerja Nyata di Medokan Semampir Timur Surabaya dengan program berbasis bank sampah sampai jadi cuan

Editor: faridmukarrom
Yoga Rosyid Tamami
Lima Mahasiswa Untag melakukan Program Kuliah Kerja Nyata di Medokan Semampir Timur Surabaya dengan program berbasis bank sampah sampai jadi cuan 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA  - Lima Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus melakukan Program Kuliah Kerja Nyata di Medokan Semampir Timur Surabaya dengan program berbasis bank sampah.

Dalam kegiatan ini nampak lima mahasiswa yang terdiri dari (Nugraha Pamuja sakti, Ade Kholik Prasetya, Yoga Rosyid Tamami, Rischa Yuliani, dan Mely Septiani) melaksanakan KKN di Medokan Semampir Timur Gang 2 RT 02 RW 08.

Kegiatan ini diketahui dipimpin dosen dari Universitas Tujuh Belas Agustus Dr. Jaka Purnama, ST., M.T  dan Abah Moch Sholeh selaku warga di Medokan Semampir Timur Gang 2 RT 02 RW 08.

5 orang mahasisswa ini menginisiasi program inovatif berbasis lingkungan yang diharapkan bisa berdampak pada warga sekitar.

Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Raung yang Muntahkan Material Vulkanik: Sempat Ada 9 Pendaki, Begini Nasibnya

Mereka merencang program bank sampah mulai proses awal hingga akhirnya bisa dimanfaatkan kembali.

Dalam kegiatan ini, Yoga Rosyid Tamami mengatakan bahwa pihaknya mengajak warga untuk mengumpulkan sampah-sampah yang memiliki nilai jual, seperti botol plastik, kardus, botol kaca dan besi bekas. 

Setelah sampah terkumpul, mahasiswa membantu menjualnya kepada pengepul.

"Hasil penjualan dari program ini dimasukkan ke dalam kas kampung Medokan Semampir Timur Gang 2 RT 02 RW 08," ujar Yoga Rosyid Tamami selaku salah satu anggota dari kelompok mahasiswa KKN Untag.

Lanjut menjelaskan, kata Amam dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kepentingan bersama, seperti peningkatan fasilitas umum atau kegiatan sosial lainnya.

"Peningkatan fasilitas bank Sampah sebagai bagian dari kegiatan KKN, mahasiswa turut berpartisipasi dalam mendukung operasional Bank Sampah yang sudah berjalan," imbuh warga asal Ponorogo Jawa Timur itu.

Sementara itu untuk mempermudah proses penimbangan sampah, mahasiswa memberikan timbangan digital
sebagai pengganti timbangan manual yang sebelumnya digunakan.

"Kami sengaja memberikan itu agar meningkatkan akurasi proses penimbangan. Selain itu kami juga memperkenalkan sistem penginputan data berbasis Google Spreadsheet. Dengan sistem ini, hasil timbangan dapat langsung diinput secara efisien," jelas sosok pria yang akrab disapa Amam.

Melalui sistem yang dibuat dari Google Spreadsheet warga dapat melihat total perhitungan secara otomatis tanpa perlu menghitung secara manual.

"Inovasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kesalahan dalam pencatatan dan mempercepat proses administrasi," tutur Amam.

Di sisi lain Amam Cs juga meningkatkan kesadaran lingkungan dengan totebag, sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik.

Totebag sendiri adalah tas yang didaur ulang dari sampah atau bahan yang tidak digunakan kembali sebagai bentuk kampanye untuk mengurangi sampah plastik.

"Kami juga berikan totebag kepada masyarakat. Harapannya, totebag ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kantong plastik saat berbelanja, sehingga dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan sekitar," ungkap Amam.

Dalam kegiatan ini, Amam mengakui bahwa masyarakat cukup antusias dan menyampaikan apresiasi kepada pihaknya.

"Banyak dari mereka yang mulai memilah sampah di rumah masing-masing sebelum menyerahkannya ke Bank Sampah." jelas Amam.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya program Bank Sampah ini. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasil penjualan sampah juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama kampung," ungkap Abah Moch Sholeh selaku warga di Medokan Semampir Timur Gang 2 RT 02 RW 08.

KKN sebagai jembatan kolaborasi sebagai mahasiswa merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan perubahan nyata.

"Kami sebagai mahasiswa juga berharap program ini dapat terus berjalan bahkan setelah masa KKN kami berakhir," tutup Yoga Rosyid Tamami mengakhiri.

Penulis: Yoga Rosyid Tamami

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved