Banjir Kabupaten Jombang

Daftar Daerah di Kabupaten Jombang yang Terdampak Banjir, Khofifah Datang Kuatkan Warga Terdampak

Berikut daftar daerah di Kabupaten Jombang, jawa Timur yang terendam banjir selama berhari-hari. Khofifah datang kuatkan warga terdampak

Editor: eben haezer
fatimatuz zahroh
Calon Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah Indar Parawansa meninjau kondisi banjir yang melanda pemukiman warga di Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Selasa (10/12/2024). Fz.surya 

Di sana, ketinggaian air bervariasi mulai dari 20 cm hingga 60 cm.

Kecamatan Jombang

Banjir juga sudah mulai masuk di wilayah perkotaan, seperti di Kecamatan Jombang tepatnya di Dusun Sengon, Desa Sengon. 

Dusun lain di wilayah yang sama juga terdampak banjir seperti Dusun Tawangsari, Dusun Kalimalang, Dusun Pukowetan dan Dusun Pulokulon di Desa Pulolor dimana kedalaman banjir mencapai 10-50 centimeter. 

Kecamatan Sumobito

Di Kecamatan Sumobito, banjir menggenangi beberapa wilayah seperti di Desa Ngelele, dan Desa Segodorejo. 

Dampak

Akibat meluasnya banjir di wilayah Kabupaten Jombang, ribuan warga terdampak dan beberapa di antaranya harus mengungsi ke sejumlah posko pengungsian seperti di Balai Desa Peterongan dan juga Balai Desa Jomblo, Kesamben. Aktivitas warga pun terganggu.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang, Wiku Birawa, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan seperti membersihkan sungai dari eceng gondok dan sampah. 

"Kondisi air memang perlahan naik karena curah hujan yang sangat tinggi. Itu membuat volume air juga tinggi," ucapnya saat dikonfirmasi pada Selasa (10/12/2024).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, seperti di Dusun Beluk terdapat 600 jiwa yang terdampak. Lalu 55 orang mengungsi di gedung sekolah. Kemudian di Dusun Kedondong ada sekitar 350 orang terdampak dan 84 orang mengungsi di gedung TPQ. 

"Kami sudah menyiapkan posko darurat dan memberikan bantuan dan dilengkapi juga dengan fasilitas kesehatan. Makanan kami distribusikan oleh tim Taruna Siaga Bencana (Tagana)," ungkapnya. 

Lebih lanjut, sebagai antisipasi, memang sejak awal pihaknya sudah mewanti-wanti akan datangnya bencana banjir ini yang akan berdampak pada aktivitas masyarakat. 

Karena itu, pihaknya juga sudah menyediakan kebutuhan makanan serta air bersih, toilet khusus di atas jembatan. Itu difungsikan untuk masyarakat yang memang hendak membuat air atau hajat. 

"Memang belum selesai, namun kami sudah menyebar tim untuk mendampingi masyarakat. Termasuk jika masyarakat membutuhkan evakuasi. Karena memang kita tidak tahu kedepan curah hujan bisa saja bertambah," pungkasnya. 

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved