Banjir Sukabumi

Situasi Terkini Banjir Sukabumi, BPBD Sebut Tak Ada Korban Jiwa Dalam Insiden Mobil Hanyut

Berikut informasi terbaru situasi terkini banjir bandang di Sukabumi yang menyebabkan mobil-mobil terseret arus.

Editor: eben haezer
ist
kolase gambar tangkap layar video viral banjir bandang di Sukabumi yang membuat mobil-mobil terseret deras arus air 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SUKABUMI - Banjir hebat menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024).

Saking hebatnya banjir bandang di Sukabumi ini, sejumlah mobil di kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, sampai terseret arus. Video peristiwa ini bahkan jadi viral di media sosial. 

Kalaksa BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena mengatakan, dalam peristiwa mobil yang terseret banjir itu tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Ngerinya Banjir Bandang di Sukabumi, Mobil-mobil Sampai Hanyut Terbawa Arus

"Dari laporan Pak Camat, korban tidak ada, kemudian dari yang pertama juga alhamdulillah tidak ada, itu yang mobil terbawa banjir di perbatasan Sagaranten dan Pabuaran alhamdulillah tidak ada korban," ujar Deden Sumpena kepada awak media di Pendopo Sukabumi, siang ini.

Deden menjelaskan, dalam peristiwa enam mobil terparkir yang terseret banjir juga tidak ada korban jiwa. Menurutnya, petugas di lapangan saat ini masih mendata kerusakan akibat banjir bandang dari luapan Sungai Cimandiri.

"Kalau yang enam mobil itu di Sagaranten, kami saat ini masih melakukan pendataan, teman-teman masih bekerja di lapangan," ucap Deden.

Mobil Hanyut

Diberitakan sebelumnya,  Banjir luar biasa menerjang sejumlah desa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024).

Saking dahsyatnya banjir ini, beberapa mobil sampai hanyut terseret arus banjir yang derasa. 

Video banjir di Sukabumi ini pun viral di media sosial. 

Di X atau Twitter, pemilik akun @bullatuk menyebutkan ada mobil terseret banjir di kampung Parungseah, desa Curugluhur, kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

"Banjir di Kp. Parungseah, Desa Curugluhur, Kec. Sagaranten, Kab. Sukabumi, Jawa Barat, ada mobil terbawa arus banjir," demikian dituliskan oleh akun @bullatuk.  

Di akun tersebut, pengguna juga menampilkan video di sebuah permukiman yang memperlihatkan beberapa mobil dan pikap hanyut diseret derasnya arus banjir. Video ini diselingi suara teriakan warga. 

Dikutip dari Kompas.com, banjir di Sukabumi terjadi setelah hujan deras mengguyur selama 3 hari terakhir. 

Selain banjir, hujan juga diikuti dengan kejadian tanah longsor. 

Petugas Penanggulangan  Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto, menyebut banjir melanda Desa Purabaya dan Desa Neglasari akibat luapan Sungai Cibening. 

"Banjir merendam sejumlah permukiman di Desa Purabaya dan Desa Neglasari," ujar Yanto saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu.

Menurut Yanto, hasil asesmen sementara menunjukkan sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak di Desa Purabaya. Data untuk Desa Neglasari masih dalam proses pendataan.

Selain banjir, sejumlah desa dilaporkan mengalami tanah bergerak, yang berdampak pada beberapa rumah. Akses jalan masyarakat di beberapa lokasi juga tertimbun tanah longsor.

"Hingga saat ini hujan masih deras. Kami terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan penanganan," tambah Yanto.

 Kondisi di Wilayah Lain Petugas P2BK Nyalindung, Ahmad, menyampaikan bahwa bencana juga terjadi di wilayahnya.

Beberapa desa terdampak bencana, termasuk dua titik jalan provinsi yang ambles.

"Di Kampung Lembur Sawah, Desa Cijangkar, longsor terjadi di tebing dekat lima rumah. Satu rumah sudah tergerus dan mengalami retak-retak," kata Ahmad.

Warga penghuni lima rumah tersebut telah mengungsi ke tempat yang aman. Ahmad mengkhawatirkan longsor lebih besar karena beberapa menit sebelumnya terasa getaran tanah yang diikuti longsor.

(tribunmataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved