Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

AirNav Bantu Instalasi Biogas di Nglurup Tulungagung,Kotoran Sapi Jadi Gas Untuk Memasak

AirNav Indonesia (AirNav) membantu membangun instalasi Biogas di desa Nglurup, kecamatan Sendang, Tulungagung. Warga bisa hemat biaya energi

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Suyono memeriksa instalasi biogas miliknya. Instalasi biogas ini merupakan bantuan AirNav Indonesia. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Suyono (52), warga Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, kabupaten Tulungagung, kini tidak lagi membuang kotoran sapi perah miliknya ke tanah kosong di belakang rumahnya.

Kotoran sapi perah kini dimasukkan ke saluran air yang ada di bagian belakang kandang.

Lalu kotoran padat ini kemudian dicampur dengan air, untuk selanjutnya dialirkan ke dalam tangki septik khusus.

Tangki septik ini adalah tempat fermentasi kotoran sapi tadi menjadi gas metana.

Gas ini kemudian disalurkan ke dalam dapur rumah Suyono, dan dimanfaatkan untuk menyalakan kompor.

“Ada kran untuk mengatur tekanan dan alat pengukur tekanannya dan. Jadi kita tahu jika gas itu akan habis,” ujarnya.

Dengan instalasi biogas ini kini kotoran sapi tidak lagi mencemari lingkungan.

Sisa kotoran yang sudah terfermentasi akan keluar dengan sendirinya menjadi bio slurry.

Bio slurry ini ditampung untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

“Prosesnya cukup dicampur antara kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1 banding 1. Sekarang tidak lagi dibuang, tapi diubah jadi gas,” sambung Suyono.

Instalasi biogas ini bantuan dari Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia (AirNav).

Dengan bantuan ini Suyono tidak lagi khawatir kehabisan gas, karena gas metana tersedia selama 24 jam.

Dia juga tidak perlu lagi membeli gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Biasanya satu bulan habis 4 tabung melon, satu tabung harganya Rp 20.000. Sekarang tidak lagi beli gas,” katanya.

Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia, Farchan Jamil, mengatakan bantuan instalasi biogas ini bagian TJSL di bidang lingkungan.

Menurut Farchan, AirNav Indonesia menjadi navigasi penerbangan yang menghasilkan karbon dioksida (C02).

Karena itu melalui TJSL AirNav Indonesia juga wajib mengurangi C02.

“Pilihannya ada di Desa Nglurup karena di sini hampir setiap rumah punya  sapi.  Supaya kotoran tidak dibuang ke hutan atau sungai, maka dibuatlah biogas ini,” ujarnya.

Pemanfaatan kotoran sapi jadi biogas juga mencegah gas rumah kaca pemicu pemanasan global.

Gas ini tidak dilepas begitu saja ke alam, namun dimanfaatkan untuk keperluan memasak.

Dengan gas hasil pengolahan instalasi biogas, masyarakat bisa menghemat pengeluaran.

“Sisa kotoran jadi pupuk organik. Mengurangi ketergantungan pupuk kimia,” tambah Farchan.

Dengan instalasi biogas diharapkan hutan di kawasan permukiman warga lestari, sungai juga bisa bersih dari pencemaran kotoran sapi.

Untuk tahap awal ini, AirNav memberi bantuan 10 titik biogas untuk warga Desa Nglurup.

Bantuan program ini mulai dari pelatihan, pengolahan sampai perawatan, termasuk instalasi fisik pengolah biogas.  

Tekanan gas yang dihasilkan dari tangki gas cukup tinggi, hingga nyala api di kompor juga sangat besar.

Warna apinya juga lebih biru dibanding dengan gas elpiji.

Dari perbandingan yang pernah dilakukan warga, proses mendidihkan air juga lebih cepat dibanding menggunakan gas elpiji.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved