Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
Batik Khas Tulungagung Dipalsukan, Penciptanya Layangkan Somasi ke 3 Toko Kain
Pencipta batik khas Tulungagung melayangkan somasi ke tiga toko di Tulungagung yang menjual batik palsu
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung baru saja meluncurkan batik khas yang disebut Batik Lurik Bhumi Ngrowo.
Namun di pasaran banyak beredar batik lurik palsu yang merugikan para perajin batik yang bergabung dalam Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung.
Merasa mengalami kerugian besar yang pencipta Batik Lurik Bhumi Ngrowo, Nanang Setiawan yang juga anggota asosiasi, melayangkan somasi ketiga toko kain.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Luncurkan Batik Khas Motif Lurik Bhumi Ngrowo, Akan Jadi Salah Satu Seragam ASN
Tiga toko itu diduga menjual kain batik khas Tulungagung secara ilegal, karena menyalahi hak cipta.
Kuasa Hukum Pencipta Batik Lurik Bhumi Ngrowo, Hery Widodo SH, mengatakan jika motif batik ini sudah dipatenkan dan sudah ada hak ciptanya.
“Artinya penggunaan motifnya harus seizin pencipta dan pemegang paten. Termasuk penggunaan di kain dan pakaian,” jelas Hery.
Sebelumnya 19 perajin batik yang bergabung dalam Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung sepakat hanya menjual Batik Lurik Bhumi Ngrowo lewat Dekranasda Tulungagung.
Batik ini juga sudah dibuatkan peraturan bupati sebagai salah satu seragam Aparatur Sipil Negara di Pemkab Tulungagung, setiap hari Kamis minggu pertama setiap bulan.
Namun di saat penggunaan seragam di kalangan ASN ini hampir meyeluruh, penjualan di Dekranasda hanya 3.586.
“Jumlah ASN kita kan lebih dari 10.000, karena itu kami curiga ada yang menyuplai pasar. Kami cek ke toko-toko kain yang ada, hasilnya ada 3 toko yang menjual batik lurik ini,” tambah Hery.
Tiga toko itu adalah Toko Bintang di Jalan Teuku Umar, Toko Miranda di Jalan Basuki Rahmat dan Toko Antasari di sebelah utara Stasiun Tulungagung.
Toko Bintang dan Toko Miranda sama-sama menjual kain, sedangkan Toko Antasari menjual baju jadi.
Untuk memastikan, diam-diam perwakilan asosiasi melakukan pembelian di tiga toko itu.
“Tidak hanya sekali, kami melakukan pembelian sampai 3 kali sebagai barang bukti,” tegas Hery.
Bahkan sebelum melayangkan surat somasi, lagi-lagi Nanang dan kawan-kawan masih melakukan pembelian.
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
batik khas Tulungagung
Batik Lurik Bhumi Ngrowo
tribunmataraman.com
Kabupaten Tulungagung
Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung
Wow, Desa Beji Tulungagung Punya Sekolah Setingkat SMA Terbanyak di Indonesia |
![]() |
---|
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
14 Desa di Tulungagung Masih Kosong Jabatan Kepala Desa, APDESI Dorong PAW |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.