Berita Terbaru Kabupaten Bondowoso

Batu Lawang di Desa Banyuputih Bondowoso, Dulu Jadi Alat Leluhur Untuk Tandai Pergantian Musim

Di Kabupaten Bondowoso, Jatim, ada batu peninggalan zaman megalithikum yang dipercaya jadi alat untuk menandai pergantian musim. Batu Lawang namanya

Editor: eben haezer
Sinca ari pangistu
Batu lawang yang terletak di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, kini di sekelilingnya tengah akan dibangun pagar oleh Pemerintah Daerah 

TRIBUNMATARAMAN.COM | BONDOWOSO - Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ada batu peninggalan zaman megalithikum yang dipercaya menjadi alat untuk menandai pergantian musim. 

Batu itu dikenal sebagai Batu Lawang.

Batu besar itu terletak di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.

Jaraknya sekitar 19 kilometer dari perkotaan Bondowoso.

Masyarakat pada jaman dahul,  setiap akan bercocok tanam selalu menggunakan batu tersebut sebagai pertanda.

Menurut Juru Pelihara Situs Batu Lawang, Abdul Wafi, perubahan musim itu bisa dilihat dari celah batu lawang.

Jika saat matahari terbit tepat berada di tengah celah batu lawang, maka itu tandanya akan memasuki musim kemarau.

"Kalau mau masuk musim kemarau, matahari terbit itu pas di tengah-tengah lubang," ujarnya, Jumat (11/10/2024).

Ia menjelaskan, fenomena itu masih bisa dilihat hingga saat ini. Kendati perlahan masyarakat telah mulai meninggalkan cara tersebut untuk melihat perubahan musim.

Penamaan Batu Lawang sendiri, karena dulunya di situs ini tak hanya ada susunan batu menhir saja. Tapi juga dikelilingi hamparan batu. Dan di pintu masuk, terdapat dua batu besar.

Hanya dua orang di zaman dahulu yang bisa masuk ke situs tersebut. Pembabat atau sesepuh desa kala itu. Adalah KH Abdullah dan KH Abdul Azis.

Dipercayai masyarakat sekitar, bahwa dulunya dua pembabat desa ini kerap melakukan semedi di sana.

"Karena cuma dua orang itu yang bisa masuk ke sini dulu," jelas Abdul Wafi.

Batu Lawang terdiri dari empat batu menhir yang bersusun. Dua batu tersusun secara horisontal, dan sisanya dalam posisi vertikal.

Tinggi batu mencapai 7,5 meter, panjangnya 7,2 meter, dan lebarnya 5 meter.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved