Kamis, 14 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Gresik

Profil Lengkap Kabupaten Gresik: Sejarah, Makanan Khas, Tempat Wisata dan Daftar Kecamatan

Profil lengkap Kabupaten Gresik merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur. Termasuk wisata dan makanan khas di Gresik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adzra Bilah Syazwina | Editor: faridmukarrom
Kompas.com
Profil lengkap Kabupaten Gresik merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur. Termasuk wisata dan makanan khas di Gresik. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | GRESIK - Diketahui Kabupaten Gresik merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Gresik juga dijuluki sebagai Kota Pudak, Julukan ini didapatkan karena Pudak merupakan salah satu kuliner khas Gresik yang memiliki rasa manis dan menggugah selera.

Makanan yang terbuat dari bahan tepung beras, gula pasir atau gula jawa dan santan kelapa ini dimasukan ke dalam kemasan yang terbuat dari pelepah daun pinang.

Keunikan pudak, membuatnya dijadikan julukan dari Kabupaten Gresik.

Baca juga: Profil Kabupaten Blitar: Sejarahnya Dapat Ditelusuri Dalam Kitab Negarakertagama

Kabupaten Gresik memiliki luas total wilayah sebesar 1.191,25 (Ha) dengan populasi sebesar 1.309.168 Jiwa dengan jumlah laki-laki 658.170 jiwa dan jumlah Perempuan 650.998 jiwa.

Geografis

Kabupaten Gresik terletak antara 112°–113° BT dan 7°–8° LS dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian 2–12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan laut.

Batas Wilayah

Di Utara, Kabupaten Gresik berbatasan dengan Laut Jawa.

Di Selatan, Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan di Timur, berbatasan dengan Kota Surabaya dan Selat Madura.

Lalu di Barat, Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kabupaten Lamongan.

Daftar Kecamatan

1.      Kecamatan Balongpanggang (25 Desa)

2.      Kecamatan Benjeng (23 Desa)

3.      Kecamatan Bungah (22 Desa)

4.      Kecamatan Cerme (25 Desa)

5.      Kecamatan Driyorejo (16 Desa)

6.      Kecamatan Duduk Sampeyan (23 Desa)

7.      Kecamatan Dukun (26 Desa)

8.      Kecamatan Gresik (16 Kelurahan 5 Desa)

9.      Kecamatan Kebomas (10 Kelurahan 11 Desa)

10.   Kecamatan Kedamean (15 Desa)

11.   Kecamatan Manyar (23 Desa)

12.   Kecamatan Menganti (22 Desa)

13.   Kecamatan Panceng (14 Desa)

14.   Kecamatan Sangkapura (17 Desa)

15.   Kecamatan Sidayu (21 Desa)

16.   Kecamatan Tambak (13 Desa)

17.   Kecamatan Ujung Pangkah (13 Desa)

18.   Kecamatan Wringinanom (16 Desa)

Topografi

Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir Pantai, mulai dari Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik, Kecamatan Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng serta Kecamatan Sangkaputa dan Kecamatan Tambak yang lokasinya beradai di Pulau Bawean. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gresik Sebagian besar merupakan tanah kapur yang relatif tandus.

Ketinggian tanah di wilayah Kabupaten Gresik berapa pada 0-500 meter diatas permukaan laut (mdpl) pada elevasi terendah terdapat di daerah sekitar muara Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong.

Etimologi

Gresik telah dikenal sejak abad ke-11 sebagai pusat perdagangan internasional dan pelabuhan yang dikunjungi pedagang dari berbagai negara.

Kota ini menonjol dalam sejarah dengan berkembangnya agama Islam di Jawa, yang dibawa oleh Syech Maulana Malik Ibrahim. Selain itu, peran Nyai Ageng Pinatih dan Jaka Samudra, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Giri, turut berpengaruh besar dalam sejarah Gresik.

 Sunan Giri, yang diangkat sebagai penguasa pada tahun 1487 M, memimpin selama 30 tahun, dan tahun itu dijadikan sebagai awal berdirinya Kota Gresik.

Gresik juga dikenal sebagai Kota Wali, berkat peran Sunan Giri dan Syech Maulana Malik Ibrahim dalam penyebaran Islam. Disebut juga Kota Santri, Gresik memiliki banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islami, serta terkenal dengan produk-produk bernuansa Islam.

Awalnya bernama Kabupaten Surabaya, Gresik kemudian menjadi Kabupaten Gresik setelah diterbitkannya PP Nomor 38 Tahun 1974.

Sebagai bagian dari sub wilayah pengembangan Gerbang Kertasusila, Gresik berkembang pesat di sektor pertanian, industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata. Kini, kota ini semakin dikenal dengan munculnya industri modern yang membanggakan di tingkat nasional dan internasional.

Asal – Usul Nama

Pada tahun 1387 M diperkirakan bahwa Gresik memang sudah ada. Nama Gresik digunakan untuk menyebut kota Pelabuhan yang terletak di Delta Bengawan Solo yang bermuara ke Selat Madura.

Sampai saat ini, asal usul nama Gresik masih diperdebatkan oleh banyak kalangan, diantarananya Gresik disebut berasal dari bahasa Arab “Qarra-Syaik” yang berarti “mengucapkan sesuatu”. Sesuatu ini diartikan sebagai jangkar kapal yang ditancapkan oleh awak kapal sebagai tanda kapal akan berlabuh. Sedangkan dalam bahasa Jawa, disebut berasal dari kata “Giri-Gisik” yang secara harfiah berarti “bukit-pantai”. Sholihin Salam menyebutkan bahwa Gresik berasal dari kata “Giri-Isa”, ungkapan dari kata “Giri”, berarti bukit, sedangkan “Giri-Isa atau Giri Nata” berarti “Raja Bukit”.

Wisata

1.      Bukit Kapur Gosari

2.      Bukit Kapur Sekapuk

3.      Penangkaran Rusa Bawean

4.      Danau Kastoba Bawean

5.      Pulau Gili Noko

6.      Giri Kedaton

7.      Bukit Jamur

8.      Bukit Larangan Panceng

9.      Pantai Karang Kering

10.   Banyuurip Mangrove Center

11.   Wisata Bajak Laut

12.   Edu Wisata Lontar

13.   Danau Kastoba

Kuliner Khas

1.       Kue Pudak

2.      Sego Roomo

3.      Nasi Krawu Gresik

4.      Dawet Siwalan

5.      Minuman Legen

6.      Bonggolan

7.      Otak-Otak Bandeng Gresik

8.      Jenang Ayas

9.      Jubung

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(Adzra Bilah Syazwina/tribunmataraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved