Berita Terbaru Kabupaten Nganjuk

Penjelasan Dindik Soal Uji Coba Makan Siang Gratis di Nganjuk Sebabkan Siswa Keracunan

Kadindik Nganjuk, Sopingi angkat bicara terkait peristiwa 7 siswa SDN Banaran I diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan siang gratis

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: eben haezer
Danendra Kusuma
Sebanyak tujuh siswa SDN Banaran I, Kertosono, Kabupaten Nganjuk mengalami gejala keracunan saat uji coba makan siang gratis Prabowo-Gibran 

TRIBUNMATARAMAN.COM | NGANJUK - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Nganjuk, Sopingi angkat bicara terkait peristiwa tujuh siswa SDN Banaran I diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan uji coba program makan siang gratis

Dia mengatakan, relawan Gerakan Masif Prabowo Gibran Rakabuming Raka (Gemparr) Jawa Timur yang menggelar uji coba tersebut, tak berkoordinasi dengan Dindik, baik tertulis maupun lisan. 

Relawan Gemparr hanya datang dan menjalin pembicaraan dengan pihak sekolah. 

"Saat kegiatan kemarin, relawan tidak berkoordinasi dengan kami. Mereka memang berjalan sendiri langsung ke sekolahan," katanya kepada Tribun Jatim Network, Senin (7/10/2024). 

Baca juga: Fakta Baru Uji Coba Makan Siang Gratis di Nganjuk Dihelat atas Inisiatif Relawan Gemparr Jatim

Di sisi lain, relawan Gemparr Jawa Timur kukuh melanjutkan gelaran uji coba program makan siang gratis walaupun telah muncul kejadian keracunan. 

Sopingi pun tak mempersoalkan hal tersebut. Asalkan, relawan mengoordinasikannya dengan Dindik serta Forkopimda setempat. 

Selain itu, ia menekankan kegiatan uji coba harus jauh dari unsur politik. 

"Jika ingin tetap menggelar uji coba, relawan perlu berkoordinasi terlebih dahulu agar tak timbul masalah di kemudian hari. Setelah ada koordinasi, kami turut memantau kegiatannya. Kami juga akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memantau kadar gizi pada makanan," paparnya. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh siswa SDN Banaran I, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk mengalami gejala keracunan. 

Mereka mengeluh mual, nyeri perut, hingga muntah. 

Diduga gejala keracunan muncul usai mereka mencicipi kudapan uji coba program makan siang gratis yang diusung presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran, Rabu (2/10/2024).

Karena kondisi itu, enam dari tujuh siswa bahkan sempat dilarikan ke Puskesmas Kertosono guna mendapat penanganan. Satu siswa tak dilarikan ke puskesmas lantaran tak menunjukkan gejala signifikan. 

Kini, kondisi mereka sudah berangsur membaik dan menjalani rawat jalan.

Santapan uji coba program makan gratis dibagikan ke seluruh siswa SDN Banaran I. Totalnya, ada 366 siswa. 

Sebelum makan, para guru dan siswa mengecek kondisi makanan. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved