Sinopsis Buku ‘Hujan’ Karya Tere Liye, Novel Fiksi Ilmiah Gambaran Masa Depan yang Canggih

Sinopsis dan deskripsi lengkap novel fiksi ilmiah 'Hujan' karya Tere Liye yang mengisahkan tentang persahabatan dan romansa.

|
Penulis: Intan Nur Azizah | Editor: faridmukarrom
Gramedia.com
Sinopsis dan deskripsi lengkap novel fiksi ilmiah 'Hujan' karya Tere Liye yang mengisahkan tentang persahabatan dan romansa. 

TRIBUNMATARAMAN.COM – Novel ‘Hujan’ adalah salah satu karya Tere Liye yang berhasil mengklaim posisi penjualan Best Seller. 

Novel ‘Hujan’ terbit pertama pada tahun 2016 lalu dengan ketebalan buku sebanyak 320 halaman.

Novel ini memiliki genre fiksi ilmiah (sci-fi) yang mengambil latar masa depan dengan segala kecanggihan teknologi pada tahun 2042 hingga 2050. 

Novel ‘Hujan’ berawal dari kisah Lail sang tokoh utama yang harus kehilangan kedua orang tuanya karena bencana alam yang dahsyat.

Pada saat berusaha menyelamatkan diri, Lail pun bertemu dengan sosok pemuda berusia 15 tahun bernama Esok, pemuda tersebut turut membantu untuk menyelamatkan Lail. 

Bencana gunung meletus dan gempa bumi yang dahsyat diketahui hampir menghancurkan separuh keadaan muka bumi. 

Pasca bencana, Lail dan Esok pun harus mengungsi ke tempat pengungsian milik Pemerintah. Sejak peristiwa itu, mereka berdua tumbuh secara berdekatan dan menjadi semakin akrab. 

Baca juga: Kisah Petualangan Tiga Sekawan yang Penuh Misteri, Sinopsis Buku Janji Karya Tere Liye

Setelah setahun lamanya, keadaan kota mereka mulai membaik sehingga Pemerintah memutuskan untuk menutup tempat pengungsian tersebut.

Karena hal ini, Lail dan Esok terpaksa hidup terpisah. Lail melanjutkan hidup dengan tinggal di Panti Sosial, sedangkan Esok menjadi anak angkat keluarga Wali Kota. 

Selama tinggal di Panti Sosial, Lail berteman sekaligus berbagi kamar dengan sosok gadis bernama Maryam. Lail dan Maryam memutuskan untuk mengikuti kegiatan Relawan di sebuah organisasi selama di Panti Sosial.

Selain itu, Esok juga semakin menyibukkan diri dengan menempuh studi di daerah Ibu Kota. Hal ini membuat Lail dan Esok semakin sulit untuk bertemu dan jarang berkomunikasi. 

Singkat cerita, keadaan bumi semakin memburuk sehingga Pemerintah memutuskan untuk mengungsi ke planet luar angkasa. 

Sosok Esok ternyata diketahui merupakan salah satu ilmuwan yang turut membangun kapal luar angkasa tersebut. Esok diberikan dua tiket keberangkatan untuk keluarganya. 

Pada detik-detik terakhir keberangkatan kapal luar angkasa, Lail memutuskan untuk menghapus ingatannya secara tiba-tiba menggunakan teknologi canggih yang dapat menghapus kenangan seseorang dalam sekejap. 

Mengetahui hal tersebut, Esok berusaha untuk mencegah Lail meskipun pembatalan tindakan tersebut tergolong mustahil. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved