Pembunuhan Ibu dan Anak di Paciran

Update Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Paciran Lamongan, Begini Pengakuan Mantan Suami

Kifli mantan suami korban pembunuhan ibu dan anak di Paciran Lamongan menjelaskan mendatangi kepolisian sebagai saksi.

Editor: faridmukarrom
Ist
Kifli mantan suami korban pembunuhan ibu dan anak di Paciran Lamongan menjelaskan mendatangi kepolisian sebagai saksi. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | LAMONGAN - Pengakuan mantan suami korban kasus pembunuhan ibu dan anak di Paciran Lamongan.

Diberitakan sebelumnya kematian tragis ibu muda, Nining (27) bersama dengan anaknya, Arka (3 tahun) pada Jumat (19/7/2024) menjadi pekerjaan rumah Polres Lamongan untuk mengungkap siapa pelakunya.

Kekasih Ninging bernama Ade Roman Al Fathan (25) dan mantan suami korban,  Sahrul alias Kifli yang ada di lokasi saat korban diketahui mati terbunuh kini masih diperiksa sebagai saksi.

Saksi Kifli, mengakui ia pernah menikah siri dengan korban. Pernikahan yang tidak tercatat dalam administrasi negara itu hanya berlangsung selama satu tahun.

Baca juga: Persija Jakarta Gigit Jari, Andalan Persib Bandung Merapat ke PSBS Biak?

Sahrul alias Kipli, mantan suami siri korban yang turut dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Lamonganmengaku, sempat menikah siri dengan korban selama satu tahun lebih.

"Sempat nikah siri,  mulai bulan dua (Februari) tahun 2023, sampai Hari Raya Idul Fitri kemarin sudah pisah," aku Kifli.

Kipli mengatakan, selepas berpisah dengan Nining, memang masih beberapa kali melewati warung tersebut, terlebih bila ada waktu luang selepas  melaut.

Ia sering melintas dan memantau dari jarak kejauhan tanpa mampir ke warung korban.

"Tidak sampai mampir, paling ngopi di warung lain tapi masih kelihatan (dengan warung korban). Makanya kemarin, saat ada ramai-ramai itu tahu dan langsung melihatnya. Kebetulan saya baru pulang dari melaut, Kamis (18/7/2024)," ungkapnya.

Pengakuan saksi Kifli menjadi pegangan penyidik untuk melanjutkan pemeriksaan hingga hari ketiga.

Tidak hanya Kifli, kekasih korban, Ade Roman Al Fathan juga menjadi saksi. Ia adalah orang pertama yang menemukan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal.

Ade kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan diteruskan kepada pihak terkait.

"Saya yang pertama kali melihat, sudah meninggal keduanya. Saya datang ke warung itu sekitar pukul 14.00 WIB, habis Jumatan," ungkapnya saat ditemuia di Mapolres, Sabtu (20/7/2024).

Dikatakan, malam sebelum kejadian, ia   sempat video call dengan korban  sampai dini hari.

Namun ia tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab kedua korban meninggal di kamar warung tempat usaha korban.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved