UKT UB

Penjelasan Wakil Rektor UB Setelah Tagar TurunkanUKTUB Viral di Media Sosial

Prof Ali Safaat, Wakil Rektor II UB memberi penjelasan menanggapi viralnya tagar TurunkanUKTUB di Media sosial.

Editor: eben haezer
Sylvianita widyawati
Kawasan kampus utama Universitas Brawijaya Malang, Rabu (15/5/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tahun ini Universitas Brawijaya (UB) memberlakukan 12 golongan uang kuliah tunggal atau UKT. 

Hal ini memunculkan tagar #TurunkanUKTUB di media sosial  X (dulu Twitter).

Menanggapi viralnya tagar tersebut, Prof Ali Safaat, Wakil Rektor II UB mengatakan, tiap PTN memang memiliki atau menentukan range/golongan yang berbeda.

Pada 2023, UKT UB memberlakukan delapan golongan.

Menurut Prof Ali Safaat, saat ini hampir semua PTN menaikkan UKT dengan mengacu pada  Permendikbudristek yang dirilis pada Februari 2024. 

Sehingga Standar Satuan Biaya Operasional PTN (SSBOPTN)  mengacu kesana dengan menyesuaikan kondisi PTN.   Seperti dari sisi kewilayahan, akreditasi prodi dan lainnya yang biayanya untuk menentukan BKT (Biaya Kuliah Tunggal).

Kata dia, UKT per prodi tidak sama, tergantung pada akreditasi, sarana prasarana, dan lain sebagainya.

"PTN dapat menentukan UKT sampai maksimal sama dengan BKT. Artinya mahasiswa membiayai dirinya sendiri. Nah, PTN itu diminta menentukan BKT per prodi," jelas mantan Dekan FH UB ini pada wartawan, Rabu (15/5/2024).

Menurutnya, UB mengambil 12 golongan UKT itu untuk menyesuaikan kondisi orangtua. Dengan delapan golongan UKT pada 2023, jarak antar golongan jadi jauh.

"Pada golongan 12, UKT-nya sama dengan BKT. Pada golongan 11, UKT-nya 90 persen dari BKT," jelasnya.

Namun tidak semua calon mahasiswa UB akan mendapat kenaikan yang sama.  Karena semua kembali pada input yang dimasukkan oleh calon mahasiswa berdasarkan penghasilan orangtua.

"Kalau ada yang mis, ada mekanisme bantuan keuangan," katanya.

Yang jelas, untuk UKT camaba jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi), untuk kuota UKT 1,2 dan KIP-K sebesar 18-19 persen. Sisanya mendapat range/ golongan yang beragam sesuai kondisinya.

Dijelaskannya, pihaknya sudah 3 kali bertemu dengan perwakilan mahasiswa yaitu Menteri Advokesma dan Dirjennya, Presiden EM dan tim dari Advokesma dan BEM seluruh fakultas di UB.

"Semua memang menyoroti adanya golongan UKT 2024 sampai 12 golongan itu," tandasnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved