Berita Terbaru Kota Blitar

Pedagang Pasar Templek Jl Anggrek Usul Direlokasi di Halaman Pasar Legi Kota Blitar

Pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek, Kota Blitar berharap bisa direlokasi ke tempat yang lebih layak. Mereka usul direlokasi ke depan Pasar Legi

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Udiensi pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek Kota Blitar dengan komisi II DPRD Kota Blitar 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek, Kota Blitar berharap bisa direlokasi ke tempat yang lebih layak.

Karena, pedagang mengeluh tempat relokasi di Jl Kacapiring atau di timur Pasar Templek terlalu sempit untuk berjualan.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tumpah, Lukman Hakim usai audensi dengan komisi II DPRD Kota Blitar, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Tempat Relokasi Dianggap Sempit, Pedagang Pasar Tumpah Jl Anggrek Kota Blitar Mengadu ke DPRD

"Untuk itu, kami wadul ke DPRD agar dibantu dicarikan tempat. Kalau bisa, (pedagang pasar tumpah) direlokasi di tempat yang layak dan memadai. Kami mengajukan tempat di halaman Pasar Legi, itupun kalau disetujui," kata Lukman.

Kalau tidak disetujui di halaman Pasar Legi, kata Lukman, pedagang meminta agar sementara tetap berjualan di Jl Anggrek sampai ada tempat relokasi baru yang lebih layak.

"Sebenarnya, kami siap ditata dan pindah. Tapi, ternyata tempat relokasi di timur Pasar Templek tidak sesuai ekspektasi," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah pedagang dengan tempat relokasi di timur Pasar Templek tidak sebanding.

Jumlah pedagang pasar tumpah sekitar 300 orang. Tiap pedagang hanya diberi tempat berjualan ukuran 1 meter x 1,5 meter.

"Lokasinya sempit. Satu orang dikasih tempat jualan 1,5 meter x 1 meter, tidak bisa untuk menaruh dagangan yang banyak," katanya.

Selain itu, kata Lukman, akses masuk ke tempat relokasi juga sempit dan macet. Pelanggan terutama pedagang keliling (etek) kesulitan masuk.

"Akibatnya, pendapatan kami berkurang selama sepekan berjualan tempat relokasi," ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan dewan menerima aduan dari paguyuban pedagang pasar tumpah Jl Anggrek.

Komisi II akan memanggil Disperindag untuk mengkroscek keluhan pedagang terkait pelaksanaan relokasi.

"InsyaAllah setiap permasalahan ada solusi. Yang penting pedagang saling bisa koordinasi, dan dinas bisa saling melengkapi. Kami akan carikan solusi, yang penting tetap koordinasi dan dikomunikasikan," katanya.

Seperti diketahui, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar memindah pedagang pasar tumpah yang berada di Jl Anggrek (depan Pasar Templek) ke Jl Kacapiring (timur Pasar Templek).

Pemindahan pedagang pasar tumpah dari Jl Anggrek ke Jl Kacapiring dilakukan mulai 8 Mei 2024.

Ada sekitar 260 pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek yang dipindah ke Jl Kacapiring.

Pemindahan pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek sudah direncanakan sejak lama.

Pemindahan pedagang pasar tumpah di Jl Anggrek menjadi salah satu upaya mengatasi kemacetan di lokasi.

Selama ini, arus lalu lintas di Jl Anggrek semrawut akibat aktivitas pedagang pasar tumpah di pagi hari.

Para pedagang pasar tumpah biasanya menggelar dagangan secara lesehan maupun di atas kendaraan di bahu jalan Jl Anggrek.

Padahal, Jl Anggrek merupakan jalur tengah kota yang padat kendaraan. Apalagi, lokasi pasar tempat di Jl Anggrek berdekatan dengan perlintasan kereta api.

Sedang di tempat baru di Jl Kacapiring, pedagang menempati lahan bekas kios pedagang Pasar Templek.

Kios pedagang Pasar Templek di Jl Kacapiring sudah dibongkar. Kini, para pedagang Pasar Templek menempati kios di bangunan baru Pasar Templek. (sha) 

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved