Anjing Setia di Bojonegoro

Kisah Lengkap Wanita Sebatang Kara di Bojonegoro dan Anjingnya yang Setia

Inilah kisah lengkap seorang perempuan lansia di Bojonegoro yang meninggal dan jasadnya ditunggu selalu oleh anjingnya yang setia

Editor: eben haezer
ist
Personel kepolisian, Dindamkarmat Bojonegoro, dan pihak terkait saat mengevakuasi jasad Djuwita, Rabu (24/4/2024) sore. 

Mereka pun mengitari sekeliling rumah Djuwita untuk mencari celah agar bisa melihat ke dalam rumah Djuwita. Hingga akhirnya, celah itu pun ditemukan di jendela. 

Dari celah jendela ini, Frendi Mohan, Ketua RT, Lurah Karangpacar, dan anggota Polsek Bojonegoro Kota melihat Djuwita tertelungkup di lantai kamar.

Di sisi Djuwita yang tak berdaya itu, ada anjing peliharaan Djuwita. Melihat itu, Frendi Mohan, Ketua RT, Lurah Karangpacar, dan anggota Polsek Bojonegoro Kota pun kembali ke teras.

Di teras ini, mereka membuka paksa pintu rumah Djuwita. Ketika pintu berhasil dibuka, anjing peliharaan Djuwita langsung keluar dan menyerang sambil menyalak.

Anjing peliharaan Djuwita ini seolah tak ingin tuannya diganggu orang lain. Menyikapi hal ini, Frendi Mohan, Ketua RT, Lurah Karangpacar, dan anggota Polsek Bojonegoro Kota kewalahan.

Niat mereka untuk memastikan kondisi Djuwita terhalang oleh agresifnya anjing peliharaan Djuwita tersebut. Karena kehabisan akal menghadapi anjing itu, mereka menghubungi pihak berkompeten.

Pihak berkompeten itu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Bojonegoro. Instansi ini mendapat laporan pukul 15.20 dan tiba di rumah Djuwita pukul 15.29.

Begitu tiba, personel Dindamkarmat Bojonegoro langsung menghadapi anjing peliharaan Djuwita yang agresif itu. Sekitar 30 menit, anjing ini baru dapat dijinakkan dan dipisahkan dari sisi Djuwita.

Anjing lokal berwarna putih-hitam ini dikurung di dapur. Seusai itu, personel Dindamkarmat Bojonegoro dan Polsek Bojonegoro Kota menilik Djuwita yang ternyata sudah tewas.

Mengetahui kondisi Djuwita ini, personel Dindamkarmat Bojonegoro dan Polsek Bojonegoro Kota langsung mengevakuasi jasad Djuwita. Membawanya ke RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Di rumah sakit turut Jalan Veteran, Kota Bojonegoro ini, jasad Djuwita diidentifikasi secara medis, dipulasarakan lalu diserahkan ke kerabatnya untuk dikebumikan.

Kapolsek Bojonegoro Kota, Kompol Mukodam membenarkan kronologi kisah Djuwita ini. Adapun, lanjut dia, hasil identifikasi medis menyatakan Djuwita meninggal dunia pada hari itu juga.

"Korban (Djuwita, red) sudah meninggal selama enam jam saat ditemukan itu," jelasnya saat dihubungi Tribunjatim.com, Kamis (25/4/2024) siang.

Terkait penyebab Djuwita meninggal dunia, Kompol Mukodam mengatakan, diduga kuat akibat sakit lambung. Sebab, saat olah TKP ditemukan beberapa jenis obat untuk penyakit tersebut.

"Tak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Diduga, korban meninggal karena sakit lambung tersebut," imbuhnya.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved