Berita Terbaru Kabupaten Gresik

Tradisi Ambengan di Gresik, Simbol Rasa Syukur Warga Setelah Tuntaskan Puasa Ramadan

Masyarakat di Gresik Jawa Timur punya tradisi Ambengan, simbol syukur setelah puasa Ramadan.

Editor: eben haezer
willy abraham
Warga bersama-sama menyantap ikan bandeng dalam tradisi Ambengan di Gresik 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Masyarakat kabupaten Gresik, Jawa Timur, punya tradisi Ambengan sebagai simbol syukur mereka karena telah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan. 

Tradisi Ambengan digelar setelah salat Idul Fitri.

Ambengan sendiri berasal dari Ambeng yang artinya sego lengser.

Setiap rumah akan membawa ambeng yang berisi lauk pauk (ikan, ayam, dan lain-lain) dan juga nasi. Nasi tersebut kemudian diletakkan pada sebuah lengser atau nampan berukuran besar.

Para warga ramai berbondong-bondong ke Masjid atau Musala dengan membawa Ambeng. Disana mereka kemudian akan membaca do'a bersama yakni bacaan tahlil. Selanjutnya warga akan saling bertukar makanan dan menyantapnya secara bersama-sama.

Hal tersebut menjadi wujud kerukunan dan rasa syukur warga usai melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

"Sebelum dimakan bersama, tokoh masyarakat desa setempat memimpin bacaan doa. Sebagai ungkapan syukur lalu makan bareng," ujar Khidir, Kamis (11/4/2024).

Tujuan diadakan tradisi unik Ambengan yakni sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang di berikan.

Hal yang sama diungkapkan Rosyid, tradisi Ambengan mengandung Nilai religius, dalam bentuk rasa syukur kepada Tuhan usai melakukan ibadah puasa.

Ambeng tersebut juga disertai dengan membawa uang selawat atau sedekah seikhlasnya. Uang selawat disisipkan di atas makanan.

"Nanti sisa Ambeng bisa dibawa pulang untuk keluarga," tutup Rosyid.

(willy abraham/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved