Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Terkait Harga Telur dan Ayam, Ketersediaan Jagung Beri Ancaman Inflasi di Kabupaten Tulungagung

Pemkab Tulungagung mewaspadai ketersediaan jagung karena terkait langsung dengan harga telur dan ayam, yang bisa memicu inflasi

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno memantau harga komoditas pangan di pasar tradisional. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemkab Tulungagung mewaspadai ketersediaan sejumlah komoditas yang bisa memicu inflasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan jagung, karena terkait langsung dengan harga telur dan daging ayam.

Menurut Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, secara umum komoditi yang saat ini memicu inflasi adalah beras, daging ayam, cabai, telur dan jagung.

"Untuk beras relatif terkendali, karena harga cenderung turun. Masih di atas HET tapi cenderung turun," jelasnya.

Sementara untuk daging ayam dan telur dipicu kebutuhan musiman, dalam hal ini Bulan Ramadan.

Harga kedua komoditas ini cenderung naik selama Bulan Ramadan.

Ketika tren pemicu tingginya permintaan sudah lewat, maka harga telur dan daging ayam cenderung turun.

Namun kini komoditas jagung berpengaruh langsung para harga telur dan daging ayam.

Hal ini berkaitan dengan ketersediaan bahan pakan ayam petelur dan pedaging.

"Kalau harga pakan tinggi, maka harga daging ayam dan telur akan cenderung naik," tegas Heru.

Karena itu pemerintah mendistribusikan bantuan cadangan jagung.

Kabupaten Tulungagung akan menerima alokasi sebanyak 14.000 ton jagung.

Hal ini tidak lepas dari status Kabupaten Tulungagung sebagai produsen telur dan daging ayam  

Sampai saat ini sudah tersalurkan sebanyak 2.000 ton, atau 14,29 persen dari alokasi.

"Pemicu utamanya harga pakan. Jika alokasi jagung sudah tersalurkan diharapkan harga telur dan daging ayam bisa diturunkan," sambung Heru.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved