Perampokan di Kecamatan Dukun Gresik

Perampokan Rumah Agen Perbankan di Dukun Gresik, Ada 3 Luka Tusuk di Leher Korban Meninggal

Polisi menemukan 3 luka tusuk di leher perempuan agen Perbankan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, yang rumahnya dirampok.

|
Editor: eben haezer
ist
Jenazah korban perampokan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, saat dievakuasi ke RS. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Polisi yang melakukan olah TKP dugaan perampokan rumah agen Perbankan di desa Ima'an, kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jatim, menduga korban Wardatun Thoyyibah tewas karena dibunuh perampok. 

Pasalnya, polisi menemukan ada luka tusuk di leher perempuan 28 tahun tersebut. 

Selain tewas dibunuh, uang tunai miliknya senilai kira-kira Rp 150 juta juga dibawa kabur pelaku.

Baca juga: Update Perampokan di Kecamatan Dukun Gresik, Korban Tewas Ternyata Agen BRILink

 "Sehari-hari uang tersebut digunakan untuk transaksi BRI Link dan jualan pulsa. Banyak warga petani dan pedagang yang menggunakan jasa BRI Link untuk transaksi sehari-hari," kata anggota Keluarga Mahfudl saat di kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. 

Saat terjadi aksi pencurian,  Wardatun Thoyyibah (28) istri Mahfudl sedang terlelap tidur di kamar bersama putrinya.

Diduga,  saat pencuri mengobrak-abrik isi lemari, korban terbangun. 

Sehingga pencuri langsung menusukkan benda tajam ke leher sebanyak 3 kali. 

"Ada luka tusukan tiga di leher korban. Dan luka goresan di kaki pada anak korban," imbuhnya. 

Sementara, Kepala Desa Imaan, Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Abd. Rohim mengatakan, aksi pencurian tersebut mengakibatkan uang senilai Rp 15 Juta, perhiasan dan handphone dibawa kabur pencuri. 

Saat kejadian, Wardatun Thoyyibah   sedang tidur di kamar bersama putrinya yang masih usia 2 tahun. Sedangkan Mahfudl tidur di ruang tamu. 

"Informasi dari warga, pencuri masuk lewat pintu belakang rumah korban, kemudian masuk kamar mencuri uang Rp 150 Juta. Mungkin korban terbangun dan langsung dibunuh menggunakan obeng, dengan tusukan obeng sebanyak tiga kali di leher," kata Abd. Rohim. 

Sampai saat ini, jenazah Wardatun Thoyyibah masih diotopsi di Kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Dan anggota Polres Gresik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

(sugiyono/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 
 

-

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved