Banjir di Pamekasan Madura

Cerita Warga Terdampak Banjir di Pamekasan Madura

Cerita warga terdampak banjir di Pamekasan Madura. Terpaksa ungsikan orangtua ke rumah mertua

Editor: eben haezer
ist
Petugas BPBD Pamekasan dibantu masyarakat, sedang mengevakuasi warga yang terdampak banjir untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Madura dari pagi hingga sore, menyebabkan ribuan rumah warga terendam banjir.

Selain Sampang dan Bangkalan yang terdampak, banjir juga menimpa enam kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Selasa (13/3/2024) malam.

Enam kelurahan itu adalah Kelurahan Barurambat Kota, Jungcangcang, Kangenan, Parteker, Patemon, Kecamatan Kota dan Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Berjanji Mengganti Kerugian Warga Terdampak Banjir

Sedang tiga desa lainnya yakni, Desa Laden, Desa Jalmak, Kecamatan Kota dan Desa Lemper, Kecamatan Pademawu dengan ketinggian air, antara 0,5 hingga 1,5 meter. 

Sementara sejak pukul 17.00,  arus kendaraan bermotor ke arah Jl R Abd Azis, sudah ditutup, lantaran jalan raya di lokasi itu, sudah meluber air akibat luapan dari Kali Semajid, yang terletak sekitar 100 meter sebelah selatan.

Aditiya, warga Jalan Trunojoyo V, Kelurahan Patemon, yang rumahnya terdampak banjir mengatakan, air masuk ke halaman rumah sejak sore hari.

Saat itu keluarga dan beberapa tetangga sekitar sudah mengantisipasi dengan memindahkan perabot rumah tangganya, terutama yang rentan air.

“Karena air yang masuk ke dalam rumah makin meninggi, saya terpaksa membawa ibu dan adik untuk berlindung sementara di rumah mertua, di Kelurahan Barurambat Kota. Kemudian saya kembali lagi, bergabung dengan tetangga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Aditiya.

Untuk menanggulangi dampak banjir ini, sejumlah personil dilibatkan. Seperti BPBD, TNI/Polri, beberapa instansi, relawan, aparat desa dan kelurahan serta masyarakat. Para personil itu sebagian melakukan evakuasi terhadap warga dengan menggunakan perahu fiber dan mendirikan tenda untuk pengungsi dan pembagian nasi bungkus.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyatakan, banjir yang menimpa ribuan rumah warga ini, merupakan banjir kiriman dari kawasan pantura, melalui Sungai Kalowang dan Kali Semajid yang airnya meluap.

“Yang paling parah dampak banjir ini, warga yang tinggalnya berdekatan dengan bantaran sungai. Kami sudah menyiapkan tim dalam mengevakuasi warga terdampak banjir dan mendirikan posko pengungsian di sekitar monument Arek Lancor,” papar Akhmad Dhofir.

(muchsin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved