Berita Terbaru Kota Kediri

Narapidana Teroris Lapas Kediri Buat Souvernir Gelang Cinta Indonesia

narapidana terorisme (napiter) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Teroris Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri membuahkan hasil.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: faridmukarrom
Ist
narapidana terorisme (napiter) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Teroris Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri membuahkan hasil. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Progam deradikalisasi narapidana terorisme (napiter) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Teroris Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri membuahkan hasil.

Salah satunya napiter mengisi waktu luangnya untuk membuat kerajinan tangan bernilai seni.

Malahan dengan pembinaan dan pendekatan yang baik, napiter ini membuat Souvernir gelang plastik bertuliskan "Love Indonesia".

Plt Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Budi Ruswanto mengungkapkan hal salah satu kabar bahagia bagi Lapas Kediri karena pembinaan yang dilakukan selama ini mendapat hasil positif.

Dijelaskan Budi, bagi sebagian orang mungkin souvenir yang bertuliskan “Love Indonesia” itu sangat bermakna karena dibuat warga binaan narapidana terorisme.

Baca juga: Menjelang Ramadhan 2024, Masyarakat Kota Kediri Diimbau Tidak Panic Buying Beli LPG dan BBM

Selain bertuliskan itu ada yang bertuliskan "Indonesia ” juga souvenir gelang bertulisan “BhinekabTunggal Ika”. Saat ini di Lapas Kediri membina 3 napiter  dari tempat asal yang berbeda. 

Diharapkan dengan adanya kerajinan gelang buatan napiter, menandakan upaya Lapas Kediri telah berhasil yang melalui dari program deradikalisasi. Hal ini juga berlangsung dengan bantuan BNPT, Densus 88, hingga BIN.

Budi  akan selalu mendukung kegiatan - kegiatan yang bernilai positif untuk para WBP. Karena apa saja kegiatan bernilai positif akan menambah keterampilan para warga binaan, khususnya napiter.

Sementara warga binaan napiter yang belum disebutkan identitasnya mengatakan, kerajinan tangan buatnya berbahan dasar beberapa tas kresek, benang dan butuh kesabaran. 

"Kami bersyukur, walaupun kami di dalam Lapas yang sedang menjalani masa hukuman, mendapatkan dukungan untuk mengembangkan skill kami dalam membuat kerajinan tangan ini," ungkapnya.

Termasuk dalam mendapat benang ini yang sudah mendapatkan izin dari pihak keamanan Lapas. Sehingga tidak ada hambatan untuk terus berkarya walaupun di dalam Lapas

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved