Kampanye Anies di Tulungagung

Kampanye di Tulungagung, Anies Baswedan Baca Satu Persatu Poster yang Dibawa Pendukung

Saat kampanye akbar di Tulungagung, Capres Nomor urut 1, Anies Baswedan membaca satu persatu poster yang dibawa para pendukungnya

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Anies Baswedan saat hadir dalam kampanye akbar di Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM -  Ribuan orang memadati GOR Lembupeteng Tulungagung untuk menghadiri kampanye Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, Jumat (9/2/2024).

Massa dari wilayah Mataraman ini datang sejak pukul 06.00 WIB, sementara Anies tiba pukul 10.00 WIB.

Saat Anies tiba bersama rombongan, massa segera merangsek mendekat hingga mobilnya sulit berjalan mendekati panggung.

Baca juga: Mitos Tulungagung yang Jadi Salah Satu Alasan Dipilih Sebagai Lokasi Kampanye Akbar Anies Baswedan

Anies pun berkesempatan menyapa para relawan dan pendukung yang sudah menyemut sejak pagi.

Komunikasi antara Anies dan massa kampanye berjalan sangat cair.

Banyak di antara mereka yang membawa aneka poster dengan berbagai tulisan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun membaca satu persatu poster yang dibawa massa.

“Presidenku banyak gagasan, bukan cuma joget doang,” ucap Anies membacakan salah satu poster.

Ucapan Anies pun disambut gemuruh tepuk tangan dari massa.

“Mas jangan mancing-mancing, yang baca repot. Sampeyan yang nulis, saya tidak bisa ganti,” ucap Anies sambil tertawa.

Anies pun melanjutkan membaca poster, “Kami mendukung karena iman dan taqwa, bukan karena sandera KPK.”

Massa pun bertepuk tangan sambil tertawa mendengar bacaan poster itu.

“Ada ya yang mendukung karena disandera? Mesake yo (kasihan ya),” kata Anies menimpali.

“Abah, engkau adalah presiden pilihan di hati, bukan pewaris dinasti,” ujar Anies melanjutkan bacaannya.

Dalam kesempatan ini Anies memuji militansi para relawan dan pendukungnya.

Menurutnya, setiap kali kampanye dirinya selalu bertemu dengan orang-orang yang tulus.

Bukan orang-orang yang datang karena bayaran.

“Di mana-mana saya ketemu orang yang bukan karena bayaran, tapi datang dengan membawa harapan, dan pulang ingin membawa perubahan,” serunya.

Lebih jauh Anies mengingatkan, para pendiri Republik Indonesia membuat negara yang memberi kesempatan untuk semua.

Namun hari ini menurutnya, rakyat banyak menyaksikan penyimpangan.

Seperti untuk kuliah, maka orang tua harus mampu membiayai.

Pendidikan mahal, beras mahal, kesehatan mahal, dan lapangan kerja sulit.

Anies menegaskan akan membuat Indonesia seperti saat awal dirumuskan, memberi kesempatan untuk semua.

Sebab banyak anak-anak di tempat terpencil mereka punya kemampuan, namun tidak punya kesempatan.

“Itu yang membuat marah dan frustasi, karena tidak punya kesempatan bukan karena tidak mampu,” tegasnya.

Karena itu penting untuk memastikan biaya pendidikan terjangkau untuk siapa saja.

Biaya SD sampai kuliah murah, selama lolos seleksi.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved