Liga 3

Meski Lolos Final Liga 3 Jatim Lewat Adu Penalti, Pelatih Persedikab Masih Kecewa Pada Wasit

Meski lolos ke babak final Liga 3 Jatim setelah mengalahkan Persekabpas Pasuruan, Pelatih Persedikab Kediri masih kecewa pada putusan wasit

Editor: eben haezer
ist
Pelatih Persatuan Sepak Bola Kediri Kabupaten (Persedikab) Muslim Habibi (tengah) saat sesi konferensi pers di laga perdana Liga 3 Jatim, Selasa (5/12/2023) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Persedikab Kediri dinyatakan lolos ke babak final Liga 3 Jatim Usai mengalahkan Persekabpas Pasuruan lewat adu penalti, Minggu (4/2/2024).

Sampai babak kedua berakhir, skor antara Persedikab Kediri vs Persekabpas Pasuruan berakhir imbang 1-1. Gol Persedikab Kediri dicetak oleh Eka Sama Adi Prasetya menit ke-70 dan Persekabpas berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-77.

Karena berakhir imbang, wasit memutuskan untuk keduanya adu penalti, hingga Persedikab berhasil meraih kemenangan setelah empat kali tendangan penalti masuk gawang. Sementara Persekabpas hanya bisa memasukkan satu gol penalti.

Baca juga: Persedikab Kediri Lolos ke Final Liga 3 Jatim Setelah Kalahkan Persekabpas Pasuruan Dengan 10 Pemain

Empat gol penalti tim berjuluk Bledug Kelud tersebut dicetak Didit Agus Yulianto, Rian Hidayat, Hasbiyanto dan Bagus Prasetya.

Namun meski berhasil meraih kemenangan 5-2 atas lawan mainnya, pelatih kepala Persedikab Kediri Muslim Habibi sempat menyoroti keputusan wasit. Ia beranggapan ada keputusan wasit yang merugikan bagi Persedikab.

"Syukurlah kami bisa meraih kemenangan saat adu penalti. Namun kami menyayangkan keputusan wasit yakni saat memberikan kartu kuning kedua untuk salah satu pemain kami," kata Muslim Habibi, Senin (5/2/2024).

Habibi mengatakan, kartu kuning kedua yang diberikan pada Muhammad Iqbal Pratama sekaligus gol tendangan bebas untuk Persekabpas di dalam kota penalti, membuat pertandingan berakhir imbang 1-1 dan dilanjutkan adu penalti. 

Baca juga: Kalah Adu Penalti Saat Lawan Persibo Bojonegoro, NZR Sumbersari FC Gagal ke Final Liga 3 Jatim

"Kami harus bermain dengan 10 orang saja. Dan menurut kami keputusan wasit kemarin sedikit merugikan. Tapi anak-anak bisa meredam situasi itu dengan memenangkan pertandingan," ungkapnya.

Menurut Habibi, gol yang dicetak oleh Persekabpas lewat pelanggaran tersebut seharusnya bisa diantisipasi apabila sebelum pertandingan dimulai diberikan peringatan terlebih dahulu. Namun wasit dianggap tidak memberikan peringatan.

Ia juga menyoroti keputusan wasit soal pelanggaran yang membuat anak asuhnya mendapatkan kartu merah.

"Saya menyayangkan sedikit kepada wasit karena memberikan kartu merah kepada pemain kami. Saya rasa justru kami yang kena, tapi tidak apa-apa karena situasi ini mungkin saja terjadi dalam kompetisi," bebernya.

Meski begitu Habibi tetap mengapresiasi performa skuat asuhannya. Sebab karena kerja keras para pemain, Persedikab berhasil melenggang ke babak final.

"Tapi bagaimanapun kami tetap bersyukur dan mengapresiasi para pemain yang sudah berusaha keras. Sekarang akan fokus pada final," tutupnya.

(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved