Kamis, 28 Mei 2026

Kopi Sianida di Pacitan

Perempuan Tersangka Kasus Kopi Sianida di Pacitan Beli Sianida Secara Online

Ayu Findi Antika, tersangka kasus kopi sianida di Pacitan yang menewaskan pelajar SMP, membeli sianida dari toko online

Tayang:
Editor: eben haezer
pramita kusumaningrum
Tersangka kasus kopi sianida di Pacitan yang menewaskan pelajar MTs 

TRIBUNMATARAMAN.COM - MR (14), pelajar MTs di Pacitan yang meninggal setelah minum kopi, ternyata diracun oleh tetangganya di desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jatim. 

Pelakunya adalah seorang perempuan yang diam-diam memasukkan sianida ke kopi yang diminum korban. 

Sejatinya, kopi itu adalah kopi milik ayah korban. 

Baca juga: Pelajar di Pacitan Jadi Korban Kopi Sianida, yang Meracuni Tetangga Sendiri

Saat ini, tersangka Ayu Findi Antika (26) telah ditahan oleh Satreskrim Polres Pacitan.

“Tersangka membeli sianida yang dicampurkan kopi secara online di salah satu E-Commerce,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, Jumat (2/2/2024).

AKBP Agung menjelaskan terungkapnya kasus ini setelah penetapan Ayu sebagai tersangka kasus pencurian ATM, KTP, dan buku tabungan orang tua korban.

“Setelah kami tetapkan tersangka pencurian. Kami melakukan pemeriksaan intensif pada handphone milik tersangka,” kata AKBP Agung.

Rupanya, dalam histori handphone tersangka pernah membeli racun sianida. Dalam histori laman juga tersangka Ayu mencari tahu tentang racun sianida.

“Kami lakukan pemeriksaan kembali. Tersangka Ayu juga mengaku membubuhkan racun ke kopi korban. Sebenarnya tujuannya random tidak korban MR. Siapapun itu,” teramgnya.

AKBP Agung mengaku tersangka Ayu tujuannya hanya memperlambat kasus pencurian yang telah dilakukannya. Dengan memberi racun sianida.

“Pikirannya kan kalau sibuk dengan kematian tentu akan lupa dengan kasus pencurian. Maka tersangka Ayu membeli racun sianida secara online,” bebernya.

Rencana tersangka Ayu awalnya berjalan lancar. Hingga keluarga korban mencium kejanggalan, karena korban MR setelah minum kopi kejang-kejang hingga meninggal dunia.

“Keluarga melaporkan ke kami. Dan kami dalami kasusnya hingga membongkar makamnya. Sampai terbongkar kasus pembunuhan ini,” pungkasnya.

(pramita kusumaningrum/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved