Bunuh Diri Sekeluarga di Pakis Malang

Terungkap, Guru SD dan Keluarga yang Bunuh Diri di Pakis Malang Punya Utang Puluhan Juta Rupiah

Guru SD dan keluarganya  yang bunuh diri di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pekan lalu, ternyata memiliki utang puluhan juta rupiah

Editor: eben haezer
purwanto
Polisi melakukan olah TKP dugaan bunuh diri sekeluarga di Desa Saptorenggo, kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2023) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Guru SD dan keluarganya  yang bunuh diri di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pekan lalu, ternyata memiliki utang puluhan juta rupiah kepada sejumlah orang. 

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah mengatakan, berdasarkan dari keterangan para saksi, kurang lebih utang yang ditanggung korban itu mencapai puluhan juta. Namun, Gandha belum bisa menyampaikan berapa besaran nilai utang tersebut. 

"Mohon maaf saya hanya bisa menyampaikan kisaran puluhan juta," ujar Gandha. 

Baca juga: Guru SD dan Keluarganya di Pakis Malang Bunuh Diri Karena Utang, Terjerat Pinjol?

Gandha memastikan, korban tidak memiliki utang ke bank maupun koperasi. Hal ini diperkuat dengan beberapa saksi yang telah dimintai kererangan. 

"Dari saksi juga tidak mengatakan seluruhnya. Intinya ada beberapa saksi yang yang menyampaikan bahwa yang bersangkutan ini sempat meminjam uang ke dirinya (saksi), kurang lebih seperti itu," jelasnya.

Selain menggali keterangan dari saksi, penyidik saat ini juga tengah mencari ponsel milik korban W (44). Ponsel korban tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Di mana ponsel tersebut dapat menjadi bukti untuk menggali informasi lebih mendalam.

Sementara itu, hasil olah TKP yang dilakukan oleh laboratorium forensik Polda Jawa Timur Kamis (14/12/2023) lalu hingga kini belum keluar. 

"Belum ada hasil resmi dari bidlabfor," tukas Gandha.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, W (44), S (40), dan R (12) di dalam kamarnya, Selasa (12/12/2023). 

Ibu dan anak meninggal dengan cara meminum cairan obat nyamuk. Sedangkan ayahnya, menyayat pergelangan tangan kiri hingga urat nadinya putus.

Mereka menyisakan anak perempuan K (12) yang kini tinggal dengan neneknya.

(lu'lu'ul isnainiyah/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

catatan redaksi: Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca diharapkan bijak. Apabila pembaca merasa memiliki masalah, ingat, bunuh diri bukanlah jalan keluar. Carilah bantuan kepada orang yang kompeten dan dapat memahami masalah anda. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved