Penertiban Tugu Perguruan Silat
Warga PSHT Talun Kulon Tulungagung Relakan Tugunya Diubah Jadi Tugu Selamat Datang
Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) rayon Talun Kulon, kabupaten Tulungagung, akhirnya melepaskan tugu perguruan silat milik mereka.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) rayon Talun Kulon, kabupaten Tulungagung, akhirnya melepaskan tugu perguruan silat milik mereka.
Sikap ini pun diapresiasi Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi.
Tugu yang ada di tepi jalan ini sebelumnya menunjukkan identitas perguruan silat, namun akan diubah menjadi tugu selamat datang ke desa wisata Talun Kulon.
Baca juga: Panglima Pamter PSHT Jember: Pembongkaran Tugu PSHT Harus Seizin Saudara-saudara Saya
“Saat ini pihak desa sedang membangun destinasi wisata Gunung Kalang. Tugu ini akan menjadi tugu selamat datang menuju destinasi ini,” ungkap Kapolsek Bandung, AKP Dadang Triyanto mewakili Kapolres Tulungagung.
Lanjut Kapolsek, sebelumnya memang ada proses negosiasi yang alot di antara mereka.
Setelah proses koordinasi, akhirnya tugu ini diserahkan ke Pemerintah Desa Talun Kulon.
Hasil musyawarah, untuk sementara tugu ditutup lebih dulu sebelum nanti dimanfaatkan lebih lanjut.
“Kami memberikan apresiasi karena proses ini berjalan dengan lancar dan damai. Warga PSHT menyerahkan tugu dengan sukarela,” sambung AKP Dadang.
Ini adalah tugu kedua yang dialihfungsikan dengan sukarela oleh perguruan pencak silat di Kecamatan Bandung.
Sebelumnya PSNU Pagar Nusa (PN) juga sudah mengubah tugu perguruan di Desa Ngunggahan.
Tugu dengan logo PSNU PN ini berubah menjadi tugu selamat datang di MWC NU Bandung.
“Tugu itu ada perbatasan dengan Kecamatan Pakel. Pemanfaatannya diubah untuk kepentingan yang lebih besar,” tutur Kapolsek.
Saat ini Polsek Bandung juga masih berkoordinasi terkait penutupan pengalihfungsian tugu pencak silat di Desa Nglampir.
Tugu ini batal ditutup karena masih ada protes dan negosiasi antara anggota PSNU PN dengan pemerintah desa setempat.
Kapolsek mengaku akan kembali menemui Kades Nglampir untuk menindaklanjuti rencana yang tertunda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/tugu-PSHT-di-rayon-talun-kulon-tulungagung.jpg)