Rabu, 8 April 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Warga Kota Kediri yang Sumurnya Tercemar BBM Minta Sumurnya Dipulihkan Kembali 

Belasan warga RT 5/RW 2 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang sumurnya tercemar BBM, meminta agar sumurnya dipulihkan kembali.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Sumur warga yang tercemar BBM di kelurahan Tempurejo, kecamatan Pesantren, Kota Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Belasan warga RT 5/RW 2 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang sumurnya tercemar BBM, meminta agar sumurnya dipulihkan kembali.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, berkaitan dengan sumur warga yang tercemar BBM telah dilakukan penelitian sampel air sumur serta geolistrik oleh tim peneliti dari ITS. 

Sesuai rencana dari hasil penelitian tim peneliti ITS bakal didiskusikan dengan pihak Pertamina. Karena dari hasil penelitian yang terjadi sumur warga tercemar BBM.

Baca juga: Tindakan Pertamina Setelah Sumur-sumur Warga di Kediri Diduga Tercemar BBM

"Warga meminta sumurnya dipulihkan kembali. Kami telah berterima kasih kepada kepolisian yang telah mendalami kasus ini," ungkap Abdullah Abu Bakar.

Berkaitan dengan terjadinya pencemaran sumur warga, Pemkot Kediri telah berupaya membantu masyarakat terdampak pencemaran. Bantuan diberikan dengan memberikan pasokan air bersih dan tandon air di rumah warga terdampak. 

Walikota menyebutkan pihaknya hanya memperjuangkan warga Kota Kediri. Sedangkan untuk tindak lanjut pencemaran merupakan kewenangan aparat penegak hukum.

Dari hasil penelitian tim dari Teknik Lingkungan ITS Surabaya kandungan BBM di sumur warga sangat tinggi. "Kandungannya tinggi banget waktu air sumurnya hitam," jelasnya.

Baca juga: Sumur Warga Kota Kediri Diduga Tercemar BBM, Peneliti ITS Turun Tangan

Menyusul terjadinya pencemaran, operasional SPBU yang diduga menjadi sumber pencemaran juga telah dihentikan.

Jarak SPBU dengan permukiman warga terdampak hanya 10 meter sampai 100 meter.

Sebelumnya sumur yang terdampak paling parah milik keluarga Bu Sulastri, saat airnya diambil berwarna hitam kemudian disulut api airnya terbakar.

Sedangkan sumur warga lainnya sejauh ini masih sebatas berbau minyak dan terlihat warna pelangi di permukaan air yang tercemar. Saat digunakan untuk mandi, airnya juga menjadi licin.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved