Minggu, 12 April 2026

Waspada Antraks

Cegah Penyebaran Antraks, DKPP Perketat Pengawasan Lalu Lintas Perdagangan Sapi di Kota Blitar

DKPP Kota Blitar memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan hewan ternak yang masuk di Kota Blitar untuk mencegah masuknya antraks

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Petugas DKPP Kota Blitar ketika melakukan monitoring penjualan sapi di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan hewan ternak yang masuk di Kota Blitar. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penularan penyakit antraks pada sapi di wilayah Kota Blitar.

Seperti diketahui, wabah penyakit antraks pada sapi dan manusia telah muncul di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. 

"Kami perketat pengawasan pergerakan lalu lintas sapi di Kota Blitar. Karena kami punya Pasar Hewan Dimoro, yang merupakan salah pasar hewan terbesar di Jatim. Kami kerja sama dengan Disperindag untuk pengawasan lalu lintas sapi," kata Plt Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, Jumat (14/7/2023). 

Dewi mengatakan kasus penyakit antraks pada sapi dan manusia di Gunung Kidul, Yogyakarta sangat mengejutkan publik.

Karena antraks merupakan penyakit yang bersifat PHMSZ, yaitu penyakit hewan menular strategis dan zoonosis. Zoonosis, yaitu, penyakit hewan yang menular kepada manusia.

Ia menjelaskan, penyakit antraks disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis yang bersifat spora. Bakteri tersebut tahan lama karena punya kapsul atau spora.

"Bakteri tersebut bisa bertahan di tanah, air dan di rumput selama 40-70 tahun. Apalagi kondisi cuaca seperti sekarang ini, sangat mendukung sekali bakteri maupun kuman penyakit untuk berkembang biak," ujarnya.

Dikatakannya, selain pengawasan lalu lintas sapi, pelaksanaan vaksinasi juga jauh lebih penting untuk pencegahan penularan penyakit antraks. 

Namun, sampai sekarang, DKPP Kota Blitar belum mendapatkan kiriman vaksin antraks dari Pemprov Jatim. 

"Untuk itu, kami berharap kepada masyarakat khususnya peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang dan peralatan kandang," katanya.

Menurutnya, gejala penyakit antraks, yaitu, pecahnya pembuluh darah pada sapi dengan ciri-ciri keluarnya darah dari lubang-lubang alami baik hidung, mulut dan anus.

"Misalnya, ada sapi mati mendadak disertai pendarahan di lubang alami, itu perlu dicurigai. Kadang juga terjadi pembengkakan di bawah leher. Peternak harus tahu soal itu," katanya. 

Dikatakannya, untuk sementara, sampai saat ini, Kota Blitar masih aman dari kasus antraks. Tetapi, ia mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak boleh lengah. 

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved