Senin, 20 April 2026

Orang Tenggelam di Karangkates

Warga Berbondong-bondong Bantu Mencari 2 Pria yang Tenggelam di Bendungan Karangkates

Dengan menggunakan jangkar, warga berbondong-bondong membantu pencarian 2 orang yang tenggelam di Bendungan Karangkates, kabupaten Malang.

Editor: eben haezer
lu'lu'ul isnainiyah
Warga sekitar turut membantu pencarian 2 orang yang tenggelam di Bendungan Karangkates, Kabupaten Malang. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dua orang yang dilaporkan tenggelam di Bendungan Karangkates atau Bendungan Sutami, di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kemarin (9/7/2023), hingga hari ini belum ditemukan.

Warga sekitar pun berbondong-bondong membantu pencarian.

Mereka turut membantu mencari dengan menggunakan jangkar. 

Baca juga: Dua Orang Dilaporkan Tenggelam di Bendungan Karangkates Malang dan Belum Ditemukan

Samiran, salah satu warga mengatakan, diperkirakan kedua korban saat ini masih berada di dasar air.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, mencari korban tenggelam dengan jangkar ada kemungkinan tersangkut," ujar Samiran, Senin (10/7/2023). 

Terpantau di lokasi pencarian, sebanyak sembilan perahu kayu bermesin diterjunkan dan keliling mengitari Bendungan Sutami

Para warga yang membantu, masing-masing juga membawa jangkar. Namun, sampai dengan saat ini belum ditemukan tanda-tanda korban tersangkut jangkar.

Secara terpisah, Abdul Wahid, keluarga korban yang bernama Wisma Febrianto, warga Kecamatan Wonosari mengaku sudah semalaman menunggu untuk mencari korban. 

Menurut Wahid, korban dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan. Selain itu, ia juga kerap mencari biawak bersama temannya. 

"Sehari-hari kalau nggak kerja memang sering cari biawak ke sungai atau bendungan," katanya. 

Sementara itu, upacaya pencarian dari Tim SAR sudah dilakukan sejak kemarin hingga saat ini. Di mana sebanyak 40 personel diterjunkan dalam pencarian ini. 

"Kami (Basarnas) bersama Jasa Tirta dan dibantu nelayan menyisir waduk Ksrangkates, dan kami juga menyisir via darat," kata Komandan tim pencari, Basarnas Surabaya, Jawa Timur, Ainul Mahdi. 

Ia mengatakan sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda kedua korban ditemuan. 

Ia mengatakan, proses pencarian terkendala dengan arus air bendungan yang cukup deras. Ditambah kedalaman air mencapai 40 meter. 

"Volume air juga terpantau naik. Anginnya juga kencang," imbuh Ainul. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved