Keracunan Daging Kurban di Surabaya
Polisi Selidiki Peristiwa 71 Orang Keracunan Daging Hewan Kurban di Surabaya
Polisi menyelidiki terjadinya keracunan massal yang dialami warga Kalilom Surabaya setelah menyantap daging hewan kurban
TRIBUNMATARAMAN.COM - Sebanyak 71 warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Kenjeran, Surabaya, dirawat di dua rumah sakit dan dua puskesmas usai ramai-ramai menyantap masakan daging kurban.
Dugaan awal mereka keracunan daging kambing.
Kini Aparat kepolisian tengah mendalami kasus tersebut.
Baca juga: 71 Orang Keracunan Daging Kambing di Kalilom Surabaya
Insiden ini bermula pada Kamis (29/6) pagi usai menyembelih hewan kurban, malam harinya mereka menggelar tradisi kumpul-kumpul dengan agenda makan masakan daging kurban. Menunya terdiri dari sate, gule, dan krengsengan. Diperkirakan acara itu dihadiri sekitar 80 orang.
Pada Jumat (30/6), banyak anak hingga orang dewasa mengalami gejala keracunan.
Seperti demam, mual, muntah-muntah, hingga diare.
Seperti yang dialami Sami Is (53) bersama dua anak dan istri harus dirawat di Puskesmas Tanah Kali Kedinding selama dua hari setelah makan masakan itu.
Baca juga: Meski Stok Daging di Rumah Melimpah, Jangan Mengkonsumsi Berlebihan. Kenali Bahayanya
"Rasanya badan lemas. Dibuat jalan badan serasa seperti mau pingsan," kata Sami Is.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, menu masakan daging kurban tersebut dimasak oleh salah seorang warga setempat. Beberapa warga juga ada yang ikut membantu.
Saat banyak warga yang mengeluh gejala keracunan, ada salah seorang anggota keluarga juru masak mengalami hal yang sama.
Kompol Ardi Purboyo Kapolsek Kenjeran mengatakan, kasus ini ditangani polisi sejak Sabtu (1/7). Itu setelah camat setempat melaporkan insiden tersebut.
Langkah polisi kemudian mengambil sampling makanan untuk diteliti dan sejumlah petinggi seperti; camat, lurah, serta RT/RW telah dimintai keterangan.
"Kami dibantu Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami makanan daging kurban diduga terkontaminasi racun," kata Ardi.
Penyelidikan insiden ini masih tahap observasi. Pihaknya masih enggan menerka apakah kasus tersebut ada unsur pidana atau tidak. Sebab dalam tahap menghimpun keterangan saksi-saksi masih belum dikerjakan secara maksimal.
"Rata-rata saksi adalah para korban. Banyak di antara mereka yang sekarang kondisinya belum stabil sehingga keterangan belum layak dijadikan paramater," ucapnya.
(Tony Hermawan/Tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Keracunan-daging-kurban-di-surabaya.jpg)