Gerakan Pangan Murah di Surabaya
Tersedia 18 Ton Beras Dalam Gerakan Pangan Murah Nasional di Surabaya Hari ini
Pemkot Surabaya dan Bulog menyediakan 18 ton beras dalam gerakan pangan murah nasional di Surabaya yang digelar di Pasar Induk Surabaya Sidotopo
TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah daerah menyediakan sejumlah sembako yang bisa dibeli masyarakat dengan harga terjangkau, Senin (26/6/2023).
Gerakan Pangan Murah di Surabaya digelar di Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS).
Gerakan pangan ini pun mendapat antusiasme masyarakat Kota Pahlawan.
Baca juga: Daftar Harga Sembako yang Dijual di Gerakan Pangan Murah di Pasar Induk Surabaya Sidotopo Hari Ini
Digelar secara nasional, acara ini dibuka serentak dari Jakarta oleh sejumlah Kementerian bersama beberapa BUMN. Peserta di daerah mengikuti secara daring.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kenaikan harga sekaligus menekan inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1444H.
"Tujuan acara ini memang untuk menjaga kestabilan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti di sela acara.
Berkolaborasi dengan Bulog dan Pasar Induk, sejumlah sembako yang dijual didapatkan langsung dari petani. Sehingga, harga yang diberikan kepada pembeli pun relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Baca juga: BREAKING NEWS - Ratusan Warga Berebut Sembako Murah Dalam Gerakan Pangan Murah Nasional di Surabaya
Misalnya, harga telur yang dijual seharga Rp27 ribu untuk perkilogramnya. Kemudian, minyak goreng dan cabai merah yang masing-masing dijual di harga Rp12.500 perliter dan Rp5 ribu per ¼ kilogram.
Menurutnya, sejumlah komoditas tersebut biasanya mengalami kenaikan harga menjelang hari besar.
"Kenaikan harga biasanya terjadi untuk harga daging sapi, cabai telur, dan daging ayam. Ayam dan telur naik karena memang ada kenaikan di proses produksi," katanya.
Berdasarkan pantauan di pasar di Surabaya, sejumlah harga kebutuhan tersebut memang mengalami gejala kenaikan sekalipun tak signifikan. Hingga Minggu (25/6/2023) misalnya, harga telur di Surabaya mencapai Rp30 ribu perkilogram, cabai rawit seharga Rp31 ribu perkilogram, serta daging ayam yang mencapai Rp38 ribu perkilogram.
Untuk kebutuhan program ini, pihaknya menyiapkan 18 ton beras, 1.200 pouch minyak goreng, hingga 350 kg cabai. Masyarakat Surabaya dapat langsung datang ke PISS untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau.
"Karena ini merupakan produk langsung dari petani, maka harga pun relatif lebih murah dibanding pasar. Acara ini digelar sehari saja. Untuk Surabaya, acara dipusatkan di PISS," katanya.
Acara ini merupakan agenda nasional yang diselenggarakan serentak di 300 Kabupaten/Kota. Berlangsung di 341 titik di seluruh Indonesia, acara ini juga akan tercatat dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai gerakan pangan murah terbesar secara nasional.
Selain melalui program nasional, Pemkot Surabaya pun telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi dan menjaga kestabilan harga menjelang Hari Raya Idul Adha. Di antaranya, dengan memastikan stok barang tersedia di pasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/gerakan-pangan-murah-di-surabaya-hari-ini.jpg)