Rabu, 3 Juni 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

35 Tahun Susilorini Bertahan Memproduksi Roti Mawar yang Legendaris

Selama 35 tahun, Susilorini, perempuan di kota Blitar, bertahan memproduksi roti mawar khas Lebaran. Berikut kisahnya

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Susilorini bersama kue-kue yang dia produksi. Selama 35 tahun, perempuan asal kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ini bertahan memproduksi roti mawar 

Momen menjelang Lebaran seperti sekarang ini, Susilorini sudah kewalahan melayani pesanan kue kering.

Ia harus menambah pekerja untuk memproduksi kue kering. Jumlah pekerja yang awalnya hanya tujuh orang, sekarang bertambah menjadi 15 orang.

Para pekerja Susilorini terlihat sibuk memproduksi kue kering. Sebagian pekerja khusus membuat adonan kue kering.

Sedang sebagian pekerja lainnya mencetak dan mengemas kue dalam toples.

Ruang tamu rumah Susilorini juga terlihat penuh dengan kue kering yang sudah siap untuk dikirim ke konsumen.

"Sekarang saya punya empat mesin open. Kalau mesin open ditambah mungkin produksinya bisa lebih banyak dan cepat," ujarnya.

Dengan empat mesin open dan 15 pekerja, Susilorini bisa memproduksi minimal satu kuintal kue kering per hari di momen Lebaran ini.

Susilorini menjual kue kering termasuk roti mawar dengan harga mulai Rp 35.000 sampai Rp 70.000 per kemasan dengan berat 0,5 kilogram.

"Momen menjelang Lebaran seperti ini, kapasitas produksi saya minimal 200 pack kue kering per hari. Satu pack beratnya 0,5 kilogram," katanya.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Foto : Susilorini menata kue kering yang sudah siap dikirim ke pelanggan di rumahnya, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Kamis (6/4/2023). 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved